DUNIA TIPU-TIPU

ARINDA NOVALITA
Chapter #2

BAB 2 - TANDA

Pagi itu tidak datang dengan kejutan apa pun.

Aku bangun seperti biasa. bahkan terlalu biasa.

“Bangun, Al. Udah siang.”

Suara suamiku terdengar dari ambang pintu kamar. Aku membuka mata pelan, mengerjap beberapa kali, mencoba mengumpulkan tenaga yang entah kenapa terasa lebih berat dari biasanya.

“Iya,” jawabku singkat, meski tubuhku belum ingin bergerak.

Aku duduk di tepi ranjang lebih lama dari biasanya. Perutku terasa aneh. Bukan sakit, bukan mual. Hanya tidak nyaman, seperti ada sesuatu yang berubah tanpa izin. Aku mengabaikannya. Mungkin hanya lelah. Akhir-akhir ini aku memang sering begitu.

Di dapur, aroma masakan ibuku memenuhi rumah.

Dan tanpa alasan yang jelas, aku mendadak lapar. Sangat lapar.

Padahal biasanya aku tidak pernah sarapan.

Aku mengambil piring, menyendok nasi, lalu berhenti. Entah kenapa aku malah menyingkirkannya dan memilih sayur. Lidahku terasa asing dengan kebiasaanku sendiri. Aku mengernyit, lalu memilih tidak berpikir terlalu jauh.

Setelah sarapan, Suamiku berpamitan untuk pergi bekerja, begitu pula Anakku. Dia berangkat sekolah di antar Ayahnya.

Sepanjang pagi, tubuhku terasa tidak sinkron dengan pikiranku.

Aku mudah tersinggung, mudah menangis, dan lebih sering menutup mata hanya untuk sekadar diam. Saat aku menyantap ramen instan super pedas yang biasanya tak sanggup kuhabiskan, aku melahapnya tanpa sisa.

Ibuku menatapku heran.

“Kok kuat makan pedas begitu?”

Aku hanya mengangkat bahu.

“Nggak tahu, Bu. Tiba-tiba kepengen.”

Tak lama setelah itu, aku tertidur dalam keadaan duduk, bahkan mendengkur.

Dan dari sanalah, hari itu mulai terasa tidak biasa.

Lihat selengkapnya