DUNIA TIPU-TIPU

ARINDA NOVALITA
Chapter #5

BAB 5 - DIAM

Pagi itu aku bangun lebih cepat dari biasanya.

Bukan karena segar,

tapi karena pikiranku tidak berhenti bergerak.

Sisi kasur di sebelahku kosong.

Aku duduk sebentar, menarik napas pelan, lalu keluar kamar. Dari dapur terdengar suara gelas dan air. Suamiku sudah bangun lebih dulu. Ia berdiri di depan meja, menuang kopi.

“Pagi,” katanya tanpa menoleh.

“Pagi,” jawabku.

Habis itu, tidak ada apa-apa.

Aku membuka kulkas, mengambil bahan sarapan. Tanganku bergerak otomatis, sementara kepalaku sibuk memikirkan semalam.

“Masih capek?” tanyanya akhirnya.

“Sedikit,” jawabku.

Padahal bukan capek.

Lebih tepatnya… lelah di dalam.

Anakku keluar kamar.

“Mah, aku laper.”

“Iya, sebentar ya” kataku.

Kami sarapan bersama.

Sunyi.

Hanya suara sendok dan piring yang terdengar jelas.

Aku beberapa kali melirik ke arahnya, menunggu Suamiku membuka pembicaraan. Tapi dia hanya fokus pada ponselnya.

Setelah selesai, ia bersiap berangkat kerja.

“Aku jalan dulu,” katanya.

“Iya.”

Dean berhenti di dekat pintu, seperti ingin mengatakan sesuatu. Begitu juga aku. Namun, nampaknya aku ataupun Dean enggan memulai pertengkaran.

Hingga akhirnya ia hanya mengangguk kecil dan pergi.

Pintu tertutup.

Rumah mendadak terasa lebih besar.

Aku duduk di sofa, memeluk bantal. Perasaanku campur aduk, tapi tidak tahu harus mulai dari mana.

Ponselku bergetar.

Pesan masuk.

Lexa.

"Kak, stok kemarin habis cepat ya. Aku ada barang lagi. Lebih banyak. Harganya masih sama"

Aku membaca pesan itu pelan.

Ada rasa senang yang muncul tanpa izin.

Akhirnya ada sesuatu yang berjalan baik.

Jariku mengetik, lalu berhenti.

Mengetik lagi.

Ragu lagi.

Aku menatap langit-langit sebentar, lalu kembali ke layar.

Lihat selengkapnya