DUNIA TIPU-TIPU

ARINDA NOVALITA
Chapter #18

MAIN KONEKSI

Malam itu semakin kacau.

Aku berdiri di depan Airin dengan napas yang masih memburu setelah teriak sejadi-jadinya. Tangisku belum reda, emosiku bahkan semakin naik saat melihat ekspresinya yang tetap keras kepala seolah dirinya korban juga.

Dan b*ngsatnya lagi... Airin malah ikut membalas dengan nada tinggi juga.

“Ya sabar dulu dong!” bentaknya.

Aku langsung melangkah maju.

“Sabar gimana?! Duit ratusan juta ilang gitu aja! Gimana caranya gue sabar, Rin?!”

“Ya kan sekarang gue ada!” balasnya cepat sambil menunjuk rumah di belakangnya. “Gue depan mata lo! Ini rumah bokap gue! Yang sopan dong!”

Aku sampai benar-benar terpaku beberapa detik.

Gila.

Di situasi seperti ini dia masih bisa merasa dirinya paling benar.

“Ya lo bayangin aja, Rin!” suaraku kembali pecah. “Gue sampai disomasi bapaknya Sassa gara-gara lo! Lo ke mana aja? Lo ngilang kan?”

Aku tidak mau kalah. Nada suaraku semakin tinggi.

Tapi Airin juga sama.

“Heh! Anj*ng, jangan sampai gue jambak ya! Pelanin suara lo!”

Aku langsung syok mendengar jawabannya.

Aku tahu dari cerita korban lain kalau bahasanya memang kasar dan barbar. Tapi mendengar langsung tetap saja bikin dadaku panas. Dan jujur saja... bukankah wajar kalau aku marah-marah tengah malam di rumah orang yang sudah menghancurkan hidupku?

Di tengah keributan itu, aku baru sadar kalau bapaknya Leo ternyata sudah keluar rumah dan sedang berbicara dengan Om Ambon yang entah kapan sudah datang, Dean, dan satu pria lain yang datang bersamanya.

Om Ambon akhirnya tiba.

Ia datang bersama temannya yang sesuku juga. Badannya lebih besar dan wajahnya jauh lebih sangar. Belakangan aku baru tahu kalau pria itu memang sengaja diajak berjaga-jaga kalau situasi berubah kasar.

Karena Om Ambon sendiri sudah cukup tua. Katanya, tugasnya bukan berantem.

Tugasnya melobby. Sementara temannya itu “tukang pukul” kalau keadaan memburuk.

Aku semakin tidak tenang.

Tidak lama kemudian Dean menghampiriku.

“Yang, ikut bentar yuk beli minum.”

Aku langsung mengernyit.

Lihat selengkapnya