Dzikir yang Tertinggal di Dalam Rumah

Oleh: Agung Wahyu Prayitno

Blurb

Selepas kematian ibunya, Daris terpaksa pulang ke rumah lamanya di kaki Gunung Ciremai—rumah yang sudah lama ingin ia lupakan.

Rumah itu masih sama: lorong kayu yang dingin, kamar ibunya yang selalu tertutup, dan suara dzikir yang kadang terdengar di tengah malam.

Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda.

Suara itu tidak lagi terdengar seperti doa.

Ketika gangguan demi gangguan mulai muncul, Daris menyadari bahwa rumah tersebut menyimpan rahasia kelam sejak tahun 1998—masa ketika krisis, ketakutan, dan keputusasaan membuat warga desa melakukan sebuah ritual yang membuka "jalan" bagi sesuatu yang bukan berasal dari cahaya.

Kini sesuatu itu kembali bangun.

Ia meniru suara manusia. Meniru wajah orang-orang yang dicintai. Dan perlahan memakan rasa takut mereka.

Di tengah teror yang semakin mengerikan, Daris harus menghadapi kebencian lamanya terhadap sang ibu, imannya yang telah lama hilang, dan kenyataan bahwa dzikir yang dulu ia anggap sebagai tanda fanatisme. . . mungkin selama ini adalah satu-satunya alasan keluarga mereka masih hidup.

Dzikir yang Tertinggal di Dalam Rumah adalah novel horor religi psikologis tentang trauma, rasa bersalah, dan perjalanan pulang seorang anak kepada rumah, keluarga, dan Tuhannya.

Lihat selengkapnya