Echoes of Betrayal

gwenny
Chapter #1

Tinta yang Belum Kering

Bau khas kertas arsip tua, debu halus yang menempel di rak-rak besi setinggi langit-langit, dan aroma kopi hitam yang mulai dingin selalu menjadi kombinasi yang menyambut Nara Alstair setiap kali ia memasuki ruang kerjanya di lantai tiga gedung kejaksaan.

Jam di dinding baru menunjukkan pukul 07.15 WIB, tetapi meja kerjanya sudah tertimbun rapi oleh berkas-berkas perkara pidana yang menuntut atensi penuh. Di antara tumpukan map merah oranye itu, terselip sebuah map tipis berwarna biru navy yang baru saja mendarat di mejanya pagi ini—sebuah kasus pembunuhan berencana bernuansa korupsi kerah putih yang sejak semalam membuat matanya enggan terpejam.

Nara menarik napas dalam-dalam, merapikan sehelai anak rambut yang lepas dari ikatannya, lalu meraih pena di atas meja. Matanya menyapu lembar demi lembar dakwaan primair dan subsider yang ia susun sendiri. Secara yuridis, kasus ini sudah cukup kuat untuk disidangkan. Namun, ada satu keganjilan kecil pada lampiran aliran dana korporasi yang membuatnya merasa ada babak tersembunyi yang sengaja dikaburkan.

"Pagi, Jaksa Alstair. Jangan bilang kamu sudah menghabiskan tiga cangkir kopi sebelum matahari benar-benar naik," sebuah suara ceria memecah keheningan ruangan.

Kirana, rekan sekaligus sahabat karibnya, muncul di balik pintu sambil membawa dua cangkir kertas berisi teh hangat. Ia meletakkan salah satunya di meja Nara tanpa diminta.

"Baru satu, Kirana," jawab Nara pelan, tanpa mengalihkan pandangannya dari lembar Berita Acara Pemeriksaan (BAP). "Dan aku sedang tidak ingin merusak lambungku. Aku hanya... merasa ada yang tidak beres dengan berkas limpahan dari penyidik semalam."

Lihat selengkapnya