EDELWEIS

Oleh: WAHYU SYAH PUTRA

Blurb

Wanita kuat itu bernama Edelweis Javanica. Dia adalah seorang mahasiswi di salah satu Universitas Negeri di tanah rencong Banda Aceh. Kisahnya dimulai ketika dia menginjak semester akhir perkuliahan. Dimana ada seorang lelaki kaya bernama Teuku Zay memendam rasa kepadanya. Sejak rasa cinta tumbuh di hati Zay, ia bersikeras untuk mendekati Edelweis. Wanita cantik berkulit putih bersih itu tidak menghiraukannya. Namun setiap Edelweis pulang selepas kuliah, Zay lelaki yang memendam rasa cinta kepadanya selalu memerhatikanya di salahsatu Halte Bus di kampus tempat biasa Edelweis menunggu bus.

Setiap Edelweis pulang dan menunggu bus selalu saja ada Zay yang penuh cinta memperhatikannya dari jauh. Namun rasa yang terpendam tidak selamanya dapat ditahan. Zay memutuskan untuk mendekati Edelweis dan saling bertukar nama. Namun saat itu terjadi Edelweis tidak terlalu memperdulikannya.

Laki-laki tinggi yang memiliki ketampanan di atas rata-rata itu tidak mudah menyerah, ia mencari cara bagaimana dia bisa mengenal lebih dekat wanita yang telah meluluhantakkan perasaannya.

Mengetahui Edelweis mempunyi usaha butik. Zay berpikiran untuk membuka usaha di samping butik Edelweis. Pada saat itu mereka menjadi sangat akrab dan lebih dekat.

Namun perasaan Zay semakin menjadi-jadi. Zay hanya dapat memendam perasaannya yang semakin lama semakin menyesakkan hati. Zay takut ketika ia mengungkapkan Edelweis tidak memiliki rasa yang sama terhadapnya. Namun lagi-lagi hati tidak mampu terlalu lama lagi menyimpan gejolak yang sangat menyiksa. Dan pada saat itu Zay mengajak Edelweis kepantai untuk menikmati suasana senja yang dapat memenjakan mata.

Tepat di saat itu Zay menumpahkan semua perasaannya terhadap Edelweis. Namun Edelweis menolaknya. Menolak untuk jadi pacarnya. Edelweis tidak ingin memiliki hubungan tanpa ikatan yang jelas. Kala itu Edelweis memberikan peluang besar sebuah harapan agar Zay memilikinya secara utuh dengan cara menikahinya.

Tidak terlalu lama Edelweis dan Zay menikah. Mereka sangat bahagia. Namun hidup bukan hanya perkara tertawa, Zay mengalami penyakit yang serius yaitu Meningitis. Namun Zay menyembunyikanya dari Edelweis. Ia tidak ingin kekasihnya kehilangan senyuman dimatanya. Tidak menunggu lama penyakit itu merengut nyawanya. Edelweis, perempuan malang itu tengelam dalam lautan kesedihan.

Setelah kematian Zay. Ibu Lina selaku Ibu mertuanya memberikan sebuah buku catatan berwarna coklan. Buku peninggalan Zay. Dalam buku itu tertulis semua perjalanan mereka selama bersama. Sebelum membaca buku itu Edelweis pingsan tidak sadarkan diri dan dilarikan kerumah sakit oleh Ibu Lina. Selepas sadar Edelweis membaca catatan Zay. Air matanya kembali tumpah mengingat semua kenangan bersama kekasihnya.

Namun tidak ada yang dapat mengetahui rencana Tuhan. Edelweis hamil. Kebahagian kembali menyertainya walaupun sang kekasih tidak ada lagi disampingnya. Edelweis melahirkan Bayi kembar. Kana dan Ashana. Edelweis membesarkan kedua anaknya seorang diri. Umur Edelweis yang masih muda. Dan Sakti sebagai masa lalunya mengetahui Edelweis Singel parent ia mencoba mendekati Edelweis. Namun Edelweis menolak untuk menikah lagi.

Pada akhirnya suatu kejadian terjadi Edelweis kecelakaan besama anak-anaknya. Sepasang kekasih Sultan dan Kirana menjadi penyelamat anak-anaknya, namun Edelweis tidak bisa diselamatnya. Selepas kejadian itu Edelweis sempat memberi sebuah buku catatan kepada Sultan. Sultan membaca semua catatan itu dan memberikanya kepada anaknya Edelweis setelah 15 Tahun berlalu. Dan pada akhirnya Sultan dan Kirana menikah. Dan memutuskan membukukan catatan Zay dan Edelweis. Buku itu disambut baik oleh masyarakat. Dalam kurun waktu dua bulan buku yang berjudul Edelweis masuk dalam cetakkan ke-4.


"Hal yang paling sulit yang pernah aku lakukan. Mengikhlaskan kepergianmu. Mencoba tersenyum dan memaksakan hati yang rapuh untuk mencintai kehilangan" - Edelweis Javanica

Lihat selengkapnya