EKSPEDISI LEAK

Novia dewi
Chapter #11

Wujud Rasa Desti(Menakutkan)

Jonat telah hampir dekat dengan lokasi Lin berteriak, ia memperlambat langkah karena lelah berlari.

"Hia hahaha..." Suara tawa mengerikan itu terdengar dari kejauhan. Kain-kain putih itu mengelilingi sesuatu.

Sekilas ia melihat Lin di dalam kerumunan itu. "Lin... apa itu kamu orang?" tanyanya. Sekali lagi Lin kelihatan sesak, tubuhnya kaku dan mata terbelalak.

"Ya Tuhan Yesus... Lin...!" ucapnya setengah berbisik. Ia memperhatikan. "Bagaimana caranya kita orang bantu Lin?" pikirnya.

Lalu merogoh ranselnya dan mengambil Salib itu. Ia memandang benda itu saksama, "Apakah ini bisa mengeluarkan berubah jadi senjata?"

Jonat iseng membalik Salib, "Ini tampak seperti pedang terbalik," pikirnya.

"Tetapi ini sarana doa bukan buat berperang," batinnya bertolak belakang dengan pikirannya.

"Tapi ini kayu bukan perak seperti Martin punya?" pikirnya. Lalu ada sinar kehijauan yang keluar dari benda itu. Sehentak Jonat kaget.

Perlahan salib itu meneluarkan pancaran sinar berbentuk pedang. Jonat mencoba menyentuh energi itu, ketika bagian gagang bersentuh tangan, cahaya berbentuk pedang itu menampakkan wujudnya. Bergagang kayu dengan mata pedang perunggu, semua tampak cokelat warnanya.

"Apa... ini... jadi senjata?" batinnya. Ia pun melihat saksama dan mencobanya pada sebuah pohon dan menyayatnya. Ia terperangah.

"Apakah on senjata orang Kristen? Tapi masa bodo, yang penting ini jadi senjata!" Lalu memandang kerumunan Gantu Kasa itu. "Kita orang harus selamatkan Lin, ya... bantu Lin," pikirnya.

Jonat bergerak secara hati-hati dan penuh perhitungan.

Ia semakin dekat. "Ini benda apa? Motif menakutkan dan satu ini orang kah atau hantu?" pikirnya. Ia menghentikan rasa penasaran setelah telah lebih dekat. Dengan segera ia masuk dan menggendong Lin.

Ia membawa lari keluar dari kerumunan itu. Ia tidak bisa lari cepat karena menggendong Lin yang lumayan berat.

Setelah cukup jauh, ia mulai lelah. Kakinya menyandung tanah yang tidak rata, karena itu mereka terjatuh. Lin pun tersadar.

"Aduhh... aduh..." keluh Jonat berbisik. Lalu mendelik melihat hal itu, Lin berdiri. Setelah memastikan satu sama lain, sehentak Lin memeluknya.

"Jonat... akhirnya kita ketemu lagi..." ucapnya terharu. Ia bingung dan membalas pelukan itu.

"Hia hahahai..." Suara tawa itu terdengar lagi. Ia melepas pelukan itu, mereka pun bersedia.

Jonat mengeluarkan Salib dan konsentrasi ketika energi bebetuk Padang itu disentuh seketika berubah jadi pedang perunggu. Lin kaget. "Salibmu punya kekuatan pedang, bagaimana bisa?!" ucapnya.

"Kita orang juga tidak paham, cuma ngikut candaan Suari, ini benda jadi pedang. Lalu senjata kamu orang di mana?!" ucapnya.

Lihat selengkapnya