EKSPEDISI LEAK

Novia dewi
Chapter #12

Leak Kloning(Berganda)

Jonat menegang Salib pedang itu kembali menjadi energi dan menyatu dengan Salib. Ia taruh sarana doa itu di ransel, mereka diam, makhluk itu mengelilingi serekali menunjuk wajah seram. "Hia haha... Hia hahaha..." tawa mengerikan itu, ditambah lolongan serigala. Tiap kali menunjukkan wajah mereka takut tapi ditahan.

"Jonat aku atau kamu wawancara ini Leak Desti?" tanya Lin.

"Kamu orang saja, kita orang capek," sahutnya. Lin menghela napas.

"Hia hahaha..." tawanya.

"Tante hantu... kita kesini baik-baik, jangan ganggu ya..." ucap Lin.

"Hia hahahai..." tawanya dengan menunjuk wajah seram.

Keduanya menutup mata sesaat, lalu dibuka. "Tante hantu marah atau senang, kita tidak paham, tapi kalau marah maaf ya, kita salah sudah masuk sini jadi maaf ya," ucap Lin.

"Hia hahaha Hia hahaha..." suara tawa makin melengking, aura mencekam terasa.

"Aduh.... tante hantu marah, kami orang harus apa?" tanya Jonat.

"Hia hahhai Hia hahaha..." matanya melotot dan menjulurkan lidah panjang.

"Tante hantu kita orang minta maaf ye.... tolong jangan ganggu," ucap Jonat.


Lidah panjang itu menjulur dan melilit Jonat. Melihat itu Lin gemetar, makhluk itu melotot, "Hia hahaha! Hia hahaha.... manusia..... hia hahaha hia hahaha," tawa melengking yang mengerikan.

Keadaan itu membuat keringat dingin keluar dari tubuh Lin.

Jonat tampak meronta, "Aduh.... tante hantu tega....," ucapnya.

Lilitan diperkuat, Lin mencoba melawan rasa takut dan merogoh tasnya, namun terlihat oleh makhluk Desti itu. Tangannya memanjang dan mencengkeram lehernya. "Hia haha... kia haha..." tawanya.


Napas mereka terasa sesak, mereka diterbangkan, mereka coba melepaskan lilitan dan cengkeraman kuat Leak Desti tersebut.

Dari arah lain Martin berlari, secara kebetulan lewat tempat itu, langkah terhenti ketika melihat keduanya dalam cengkeraman makhluk itu. "Ya Tuhan Lin... Jonat..." ucapnya setengah berbisik, "kita orang harus bantu mereka!"

Ia mengonsentrasikan kekuatan pada Salib pedang perak itu muncul, lalu berlari kencang.

Ketika hampir dekat, ia meloncat dan menebas makhluk itu.

Makhluk itu merintih"Aaaa... hea hahaha hea hahaha ooa...." teriaknya tertawa, lalu lenyap. Oleh karena itu keduanya terjatuh, keduanya batuk-batuk karena hampir kehabisan napas.

"Kalian orang tidak apa-apa?" tanya Martin cemas.

Mereka menggeleng. Melihat mereka dalam keadaan baik, sehentak ia duduk lalu rebah, keduanya mendekat.

"Martin..." ucap mereka.

"Heh kita orang lelah, mau istirahat," ucap Martin, tanpa mereka sadari ada yang mengawasi.


Setelah merasa lebih baik, Martin duduk dan mendelik keduanya dengan tajam.

"Hei... kenapa lihatnya begitu?" tanya Lin.

"Yo.... kamu orang kenapa menatap kita orang tajam?" tanya Jonat.

"Tidak, kita orang cuma mau pastikan ini Lin dan Jonat yang asli," ucapnya.

"Eh siapa yang meragukan kami orang kamu ada-ada saja Martin," ucap Jonat.

"Kenapa kalian orang ini kena tangkap bukankah kalian orang punya penangkal," ucap Martin.

"Lin... kamu orang jelaskan lah kenapa," ucap Jonat ketua.

Lihat selengkapnya