Prolog: Detik Terakhir Sang Arsitek Dosa
Langit di atas benua Aethelgard tidak lagi berwarna biru. Ia berwarna ungu pekat, seperti luka memar yang membusuk, hasil dari sihir tingkat dunia yang dilepaskan oleh koalisi lima kerajaan manusia. Di tengah kepungan jutaan prajurit, berdiri sebuah menara hitam tunggal yang menembus awan: The Citadel of Infinite Sin.
Di puncak menara itu, duduk seorang pria dengan pakaian kebesaran yang terlalu mewah untuk seseorang yang akan mati.
"Sepuluh tahun," gumamnya, suaranya bergema di aula kosong yang terbuat dari obsidian. "Sepuluh tahun aku membangun Dungeon ini, mengumpulkan budak-budak tercantik dari seluruh ras, dan menciptakan kerajaan yang ditakuti dunia... hanya untuk berakhir karena server sialan ini akan dimatikan."
Namanya di dunia nyata adalah kian, seorang pengembang perangkat lunak yang menghabiskan seluruh hidup dan gajinya untuk gim VRMMORPG paling realistis abad ini: Gods & Concubines. Berbeda dengan pemain lain yang sibuk menjadi pahlawan, Kian memilih jalur Sovereign of Sin. Dia tidak hanya kuat secara sihir; dia adalah seorang kolektor.
Di layar antarmuka yang melayang di depannya, sebuah jam hitung mundur berwarna merah darah berkedip.
[00:00:15]
"Yah, setidaknya aku mati bersama mereka," Kian menoleh ke belakang. Di sana, berlutut dua belas wanita dengan kecantikan yang tidak masuk akal—dari ratu elf dengan telinga panjang yang gemetar, hingga succubus dengan sayap hitam yang memeluk kakinya dengan posesif. Mereka adalah NPC (Non-Player Characters) tingkat tinggi yang dia 'jinakkan' dengan susah payah.