Bab 6: Keruntuhan Bunga Suci
Di dalam aula yang luas itu, keheningan terasa begitu berat hingga Elena bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri yang berpacu liar. Ujung jari Kian yang masih menyentuh pipinya terasa panas, seolah membakar lapisan pelindung yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
"L-lepaskan..." bisik Elena, namun suaranya tidak memiliki kekuatan. Alih-alih menjauh, tubuhnya justru seolah condong ke arah pria yang seharusnya ia benci.
Kian tidak melepaskannya. Sebaliknya, ia melingkarkan lengannya di pinggang Elena, menarik tubuh sang putri yang masih mengenakan zirah perak itu hingga menempel pada tubuhnya yang hanya terbalut jubah tipis. Perbedaan tekstur antara logam dingin dan kulit hangat Kian menciptakan sensasi yang membuat pikiran Elena semakin kacau.
"Kau meminta sesuatu yang bahkan jiwamu sendiri tidak inginkan, Elena," gumam Kian tepat di depan bibirnya.
Dari sudut aula, dua sosok muncul dari balik bayang-bayang. Althea dan Lilith berjalan mendekat dengan langkah yang tenang namun penuh kemenangan.
"Tuanku," Althea membungkuk, matanya menatap Elena dengan campuran antara rasa iba dan dominasi. "Sisa pasukannya telah tertidur dalam mimpi indah mereka. Tidak akan ada yang datang menyelamatkannya. Dia sepenuhnya milikmu sekarang."