Beberapa tahun setelah malam itu.
Lembah yang tak tersentuh cahaya telah mengambil pengantinnya.Kini Beichen bukan lagi mempelai berdarah.Ia adalah Putra Mahkota Hanlu.
Pedang yang menaklukkan kerajaan.
Hati yang terkubur bersama gaun merah itu.Sejak malam bulan purnama itu, ia tak pernah menikah lagi.Ia habiskan hidupnya di medan perang.
Menaklukkan, menghancurkan, tanpa pernah menoleh pada cinta.Karena cinta terakhirnya telah mati di ujung lembah yang tak tersentuh cahaya,jauh dari jangkauannya.Bahkan untuk mengucapkan selamat tinggal pun ia tak sempat
Sampai hari ini.
Ketika Ayahanda, Raja Hanlu, akhirnya menggelar Sayembara.Sayembara jodoh untuk para pangeran dan putri dari seluruh penjuru kerajaan.
Di mana cinta bisa dipilih, dan takdir bisa dibeli.Di mana jika saling suka, boleh mengucap, dan langsung menikah.
Namun bagaimana jika orang yang dicari...
telah lama mati?
[Di Balik Tirai Emas - Arena Sayembara]
Di balik tirai emas Sayembara, siluman elang itu berlutut memanggilnya, "Yang Mulia."
Panggilan itu seketika menyeret Beichen kembali. Kembali ke malam di mana gaun merah itu berlumuran darah. Kembali ke malam di mana tubuhnya hancur, pedang menembus perutnya, racun hitam merambat ke jantungnya, dan semua orang meninggalkannya mati di Lembah Tak Bercahaya.
Hanya sayap hitam itu yang datang. Pelayan setianya -- siluman elang yang telah berkultivasi menjadi manusia -- yang menerobos kabut tebal, memeluk tubuh tuannya yang bersimbah darah dan membawanya terbang keluar dari lembah yang bahkan cahaya bulan pun tak berani masuk.
Tiga hari kemudian Beichen terbangun. Di samping ranjangnya, sang elang masih berlutut, tubuhnya sendiri penuh luka.
"Kenapa kau selamatkan aku? Kau bisa mati," suara Beichen serak.