#04 – Kegelapan
Delapan belas tahun yang lalu...
Aku merasakan lantai yang begitu dingin di bawahku. Bukan hanya lantai tapi sekeliling juga membuat badanku mengigil. Tanganku bergetar hebat. Tapi aku tidak bisa menghangatkan diriku sendiri karen tanganku terikat.
Ya.Terikat.
Aku tersadar jika aku berada di suatu tempat asing.
Dalam hitungan menit, aku akhirnya ingat jika hal terakhir yang aku lihat adalah tiga pria asing itu.
Mata mereka yang seperti iblis yang sanggup melakukan apapun untuk mencapai keinginan mereka.
Aku diculik.
Aku ditangkap untuk tujuan mereka.
Seluruh tubuhku merinding. Merasa tidak berdaya karena aku bahkan tidak tau apa yang sedang aku hadapi. Apakah mereka menculik untuk uang?
Apa ada hal lainnya?
Mataku tidak bisa melihat apapun dari balik kain yang menutup mataku. Sudah jelas mereka menutup semua akses cahaya.
Aku diperangkap disebuah tempat yang dingin, gelap dan bahkan aku tidak mendengar satupun suara dari luar.
Apa hidupku akan sampai di sini saja?
Apa hidupku hanya sampai dua belas tahun saja?
Diumurku yang masih sangat belia ini, apa aku harus berakhir seperti ini?
Aku masih ingin menyelesaikan sekolahku...
Aku masih ingin pergi bersama teman-temanku ikut perkemahan yang selama ini aku nantikan...
Aku masih ingin melihat keluargaku...
Apa itu tidak akan pernah terjadi?
Apa itu tidak mungkin lagi bisa aku lakukan?
Tuhan, aku ingin tumbuh dewasa dan mencapai impianku.
Aku tidak meminta lebih.
Tidak mungkin Oma menjadi orang terakhir yang aku temui sebelum aku pergi untuk selamanya...
Tapi bagaimana aku bisa berteriak?
Mulutku kram karena ditutupi kain hingga tidak bisa mengeluarkan suara.
Bahkan kakiku. Aku juga merasa keduanya diikat dengan kencang.
Mereka menawanku. Orang yang mereka tidak kenal sama sekali!
Baik kenal maupun tidak, yang mereka lakukan adalah kriminal!
Aku hanya bisa menangis. Lagi-lagi menangis. Seorang Claranisa menangis dan hanya air mata yang menemaniku di kegelapan ini.
Suara pintu yang terbuka, menghentikan isak tangisku. Aku tidak berani bergerak. Tidak berani sama sekali. Aku hanya berfokus pada suara langkah kaki sepatu itu. Hanya ada sepasang sepatu yang terdengar.
Dia pasti salah satu dari tiga pria itu!