Embun Sendu dimatamu

Iris-Avery-Marbella
Chapter #38

#38 - Rahasia Djima


Aku menyentuh surat itu. Tapi ternyata Djima kembali datang.

“Clara,” panggilnya dan melihat tanganku yang sedang meraih surat.

Aku menarik tanganku dengan cepat. Merasa malu karena sudah melewati batas. “Ehm, sori. Aku cuman…”

“Nggak apa-apa,” jawab Djima santai. Terlalu santai untuk surat yang cukup sentimental seperti itu. “tapi surat itu bukan apa-apa kok. Nggak perlu di baca juga.”

Jika orang biasa yang mendengar itu, pasti mereka menganggap Djima tidak punya hati. Tapi aku mendengar ada rasa kecewa dari suara itu.

Aku mengangguk. Tidak ingin membebani pikirannya. Masalahku saja sudah menyeret dia ke kerumitan yang aku miliki.

“Kamu udah ketemu kerjaan?” tanya Djima sambil mengambil beberapa kotak di ruangan itu. Sepertinya dia ingin menyusunya di ruangan lain.

Aku meraih untuk membantunya. Dia menggeleng. “Clara, kamu nggak perlu bantu. Inget, pundak kamu lebih penting.”

Aku melotot. “Jadi aku cuman duduk manis aja?”

Djima tau kalau aku tidak suka berdiam diri. Dia tersenyum. Djimaku kembali lagi. “Pastiin aja pizzanya nggak jadi hitam.”

“Kamu lagi bersihin kamar?”

“Aku mau bikin ruangan gym. Kecil aja. Jadi aku mesti beres-beres. Sebentar aja kok.”

“Aku bisa bantu?”

“Semua barang rata-rata lima kilo ke atas, Claranisa.”

Aku mendesah. “Oke. Aku bakal makan pizzanya kalau udah mateng.”

Djima menyentuh kepalaku. “Tunggu aku ya.”

Aku mendorong badannya yang kekar itu ke ruangan yang masih berantakan. “Aku nggak bakal sisain.”

Aku meninggalkan Djima yang hanya bisa menahan tawanya.

Sekitar dua puluh menit kemudian, makanan siap. Aku membantu menaruh semuanya di atas piring dan memanggil Djima.

“Kamu udah selesai?”

Djima menepuk tangannya. Mengibaskan debu. “Ya, sedikit lagi kamar ini bisa dipake.”

Aku melihat treadmill dan beberapa peralatan yang aku tidak tau namanya.

“Pasti peralatannya mahal banget,” celotehku.

“Nggak terlalu kok. Karena manfaatnya lebih penting.”

Aku melipat tangan. “Oke deh, nggak bisa dibantah kalau soal itu.”

Lihat selengkapnya