Empat Sekawan

Wakadana
Chapter #2

Chapter 1 - Scene 2

"Terima kasih atas makanan Lin, seperti biasa sangat enak."

"Terima kasih kembali Yud, sudah menghabiskan nya."

Kami berdua tidak mengucapkan sepatah kata pun, langsung mencuci piring kotornya masing-masing. Setelah habis makan, biasanya langsung beraktivitas seperti biasa. Karna ada tugas, kami mengerjakannya bersama akan tetapi, "Bud, aku titip juga tolong kerjain. Nanti kubayar seperti biasa." Yuda melempar tanggung jawabnya, ia terima aja asal dibayar.

Barusan mereka terlihat seperti bertengkar sekarang bersikap biasa aja tak ada bedanya. Aku menanyai kenapa ia tak mengerjakannya sendiri. Jawabannya, "Sedang ada event di game dating ini belum lagi kalo aku jackpot gacha-nya bisa dijual mahal nanti akunnya."

Itu dia ... Ia tak kecanduan soal bermain gamenya. Sering kali barter akun dengan orang lain dan menjualnya ke komunitas game yang ada di sosial media.

Yuda aktif sekali mencari peluang yang beredar di internet. Cara ini yang paling mudah mendapatkan uang secara mudah, hanya mengandalkan keberuntungan jika mendapatkan apa yang ia mau, tapi usahanya itu harus grinding tiap ada kesempatan dan juga pintar-pintar mencari waktu kosong.

"Yud, sesekali kamu mengerjakannya sendiri. Aku tahu, kita semua kau orang paling pintar di antara kita. Kenapa kamu bisa melempar tanggung jawabmu sebagai seorang pelajar?" tegur Linda.

"Jika badanku bisa dibelah menjadi dua seperti bakteri, mungkin aku tak mengandalkan orang lain. Bud, apakah kamu keberatan mengerjakan tugasnya?" ucap Yuda.

"Aku hanya menyalin saja, apa yang kau jawab dari setiap pertanyaannya. Lagian kita semua sama-sama dapat untung gak ada yang dirugikan. Jika kita bingung tak ada yang mengerti, bisa langsung dijawab oleh ahlinya, ditambah aku dapat bayaran juga. Jadi ini dapat tiga burung dalam satu lempar bagiku, menghemat waktu, tidak berpikir, terutama praktis dan kalian terkena imbasnya, nilai sudah dijamin bagus," jawab Budi.

"Aku setuju sih soal itu, tapi ini sudah persoalan yang lain. Do, kamu bilang sesuatu kek soal ini," ujar Linda kepadaku.

Lihat selengkapnya