Empat Sekawan

Wakadana
Chapter #5

Chapter 2 - Scene 1

Apakah kalian tahu saat ini kita sedang melakukan apa?"Yuda, kamu sudah bangun dari tadi kenapa gak bangunkan kita?" gelisah Linda.

"Ha ... Ha ... Ha ..." suara Budi dari mulut ia bernafas.

"Rido, kau juga molor mulu. Padahal alarm di gawai mu bunyi mulu, gak bangun-bangun."

"Kita tidur tengah malam, jangan salahkan aku juga. Budi juga sudah bangun pagi-pagi, kau nya aja yang kesiangan," balas ku.

"Jangan bertengkar di tengah jalan, jika kalian masih punya energi untuk lari pagi. Tambah kan saja kecepatannya."

Yuda ngacir gak terlihat meninggalkan kita.

Yap, Kami berangkat kesiangan gara-gara Budi belum mengerjakan PR-nya ditambah lagi aku bangun kesiangan juga, karena masih ngantuk di dalam mimpi, yang rencananya habis sholat Subuh langsung bangun.

Ibu Negara rumah kontrakan kita terus memanggil tanpa henti dan buru-buru cepat berangkat. Yuda seperti biasa asik sendiri dengan HP-nya, masih sempet ia bermain game sebelum berangkat ke sekolah.

Kami tak menaiki angkutan umum, walaupun jaraknya kurang lebih 1 KM. Bila berjalan kaki bisa tembus sampai 10 menit, kami sering melewati jalan-jalan tikus agar mempersingkat perjalanannya. Belum lagi gara-gara Budi tidak bangun setelah diketuk pintunya, ditambah kami berempat belum sarapan sama sekali.

Ia begitu cepat, akhirnya terkejar dan memperlambat larinya.

"Yuda, sekarang jam berapa? Ha ... Ha ... Ha ..."

Ia hanya melihat dari gawainya saja tanpa memberitahu.

"Jam 6 lebih 40. Mungkin kita bisa terlambat," jawabannya dari Linda dengan santai. Padahal tadi kita bersama sedang menyusul nya Budi mencoba mengikuti kecepatan larinya yang sedikit kesusahan buatnya.

Kami harus berjalan kaki lagi, supaya ia tidak tertinggal lebih jauh lagi. Sampai kehabisan nafas begitu, lalu berhenti sejenak.

Lihat selengkapnya