Empat Sekawan

Wakadana
Chapter #9

Chapter 2 - Scene 5

Jika masuk ke dalam sana, sudah hal yang lumrah bagi kita. Bu Airi menyapa ku, kenapa datang ke ruang BK."Sebenarnya, kelas kami mendapatkan tugas cukup berat. Budi memberikan usulan untuk menenangkan siswa/i tapi dilempar ke Yuda—"

"Terus ia lempar tanggung jawab kepada mu?" potong beliau.

Yah, kurang lebih begitu. Aku jelaskan kronologi nya dan menulis pertanyaan di atas kertas yang mereka jawab namun aku perlihatkan fotonya secara langsung, melalui ponsel ku biar langsung jelas.

"Pertanyaan integral, apalagi ini soal integral aljabar. Yang menjawab sampai penuh tersebut itu siapa?"

Aku tidak tau apa itu integral, apalagi sudah mendengar kata aljabar. Membuat kepala ku merasa pusing, mengingat materi hari ini membahas hal tersebut.

"Budi," ucap ku singkat. Lalu menunjukkan jawaban Yuda yang secara ringkas.

"Mereka sengaja mengompori emosi nya dan menginjak-injak martabat nya."

"Apakah mereka berdua tidak menghormati beliau? Sampai marah begitu? Dan memberikan tugas kepada kalian yang cukup berat."

Bu Airi menjelaskan dan menceramahi mereka berdua. Karena ada bentuk penghormatan cukup besar, jadi semua mata pelajaran kelas dua sudah dipelajari semua sampai melewati pelajaran kelas tiga dan menyebrangi antar jurusan.

Ada sebuah kertas yang dilingkari di atas meja nya dengan pensil, aku bertanya apa isinya tersebut.

"Ini soal replika ujian Nasional tahun kemarin. Gak kusangka dalam satu jam bisa menyelesaikan 8 mata pelajaran secara langsung."

"Ada berapa soal?" tanya ku.

"50 soal, tiap satu soalnya beda mata pelajaran yang tertulis secara acak. Mereka bisa mendapatkan inti paragraf dan informasi nya, secara singkat untuk menghemat waktu."

Mendengarkan hal itu merupakan begitu hebat, berarti mereka berdua memiliki pemahaman bahasa yang cukup tinggi dan kuat.

"Gimana dengan nilainya?" tanya ku

"Belum diperiksa lembar jawaban milik Budi, sekarang sedang—" suara notifikasi terdengar dari alat pemindai dan mencetak. Aku pindah ke sebelah melihat apa yang ditampilkan di sana, Yuda mendapatkan nilai sempurna kalau soal pilihan ganda.

Bu Airi menyamakan dengan cara menjiplak di atas kertas jawabannya Budi dan diberikan cahaya lewat belakang, aku disuruh menyinari tak ada lingkaran hitam yang melenceng dan jawabannya sama persis.

"Jadi punya Budi, nilainya juga sama?"

"Yah. Mereka berdua sama-sama mendapatkan nilai sempurna. Kamu ke sini bukan disuruh untuk menanyakan hasilnya kan?"

"Jika aku kasih tau, mereka sudah memperkirakan dan gak tertarik sama hasilnya."

Lihat selengkapnya