Dalam perjalanan ke kantin tidak ada obrolan yang terjadi, karena sama-sama masih lapar dan belum sarapan.Jadi, aku beli roti lapis atau bisa disebut sandwich. Linda mengambil roti melon berukuran besar dan susu kotak kecil. Kalau untuk Budi, ia tidak menitipkan uang apapun. Memang dalam mode menghemat uang, lalu membeli titipan Yuda apa yang ia pesan, 3 minuman agar-agar untuk ganjel lapar.
Tidak banyak siswa/i datang ke sini, karena masih waktu istirahat pertama bukan kedua. Durasinya terlalu singkat, hanya untuk menyegarkan otak kita sejenak sudah berpikir dan memperhatikan pembelajaran selama 4 jam secara berturut-turut.
"Uang kembalian Yuda masih sisa berapa?" ucap Linda.
"Cukup untuk beli satu roti lapis sama air gelas," jawab ku.
"Belikan itu buat Budi."
"Ini uangnya Yuda. Kamu yang bilang ya..."
"Ya."
Mendengarkan jawaban nya, aku beli untuk Budi sesuai ucapannya. Saat mau balik lagi ke kelas, mata ku bertemu dengan siswi yang tampak menonjol dengan bandana di lengan yang menunjukkan dari jurusan IPA, ia membeli permen saat kita mau membayarnya dari penampilannya sedikit sederhana gak banyak aksesoris namun aura kecantikan nya tetap keluar.