Aku mengecoh Yuda untuk menunjukkan sedikit saja, apakah ia beneran sudah mengerjakan semuanya atau belum, "Yud, bisa tunjukan sebentar jawabanmu? Aku gak akan menyalinnya."
Budi sama Linda tertarik ingin melihatnya juga, sebagai jaminan Yuda meminta pulpennya. Kami menyerahkannya secara bersama, "Kerja bagus Do." Puji syukur Linda kepadaku. Akhirnya aku tahu jawaban di setiap pertanyaan, tapi tulisannya.
"Yud, jawaban di nomor satu kamu nulis apa sih? Susah sekali untuk dibaca," ucap Linda.
"Bacalah secara cermat dan ingatlah baik-baik di otak dongkol kalian. Katanya ingin melihatnya, bukan untuk menyonteknya 'kan?" ketusnya yang sedang bermain gawai.
"Jika aku meminta menyonteknya, kamu tidak mempermasalahkannya?" pinta Linda.
"Aku tidak keberatan, tapi itu sudah kadaluwarsa. Aku gak bisa menarik perkataan kalian lagi," ujar Yuda.
"Kamu gimana sih Do, kalau kau bilang tadi menyontek pasti dah selesai ini," ucap Linda dengan marah.
Hee? Kenapa aku yang di salahin sih, "Bud coba kau ucapkan kata yang manis buat dia," suruhnya.