"Gak mau, kalian silahkan pergi sendiri."Ia masih merajuk soal Yuda membahas yang diterangkan dan obrolan tadi siang.
"Kamu boleh egois dan diam disitu seharian penuh. Bu Latifa cukup tegas soal tugas khusus yang diberikan pada kita. Jika ketahuan mencontek sedikit tanpa usaha sendiri, kamu akan diberikan khusus untuknya setiap mata pelajaran Geografi dunia. Kamu mau habiskan waktu mu untuk mengerjakan tugas tersebut setiap harinya?" Yuda tiba-tiba kembali dan nongol dibelakang ku, ternyata ia baru kembali dari toilet.
"Gak mau!" jawaban Linda tetap sama dan menutup mukanya di atas meja.
Yuda memaksanya berdiri, karena ia cukup keras kepala. Tubuhnya dibopong seperti tuan putri, "Turunkan aku." Berontak Linda yang terus dipaksa ditekan.
"Jika aku gak melakukan begini. Seharian pasti kamu akan terus merajuk, keseharian kita di rumah kontrakan akan terganggu nanti, entar kamu gak mau bikin masakan lagi," ucap Yuda tanpa rasa malu.
Para siswi terpesona dengan keberanian tindakannya dan ingin diperlakukan seperti Linda.
"Yang kau pikirkan cuma makanan mulu," ketus Budi yang sudah berada disamping ku.
"Berisik. Jika kalian punya banyak uang silahkan makan makanan diluar saja. Aku ingin Lidah ku dimanjakan masakan lezatnya Linda."
"Gak perlu sampai teriak begitu."
"Baiklah, baiklah, turunkan aku," melas Linda yang mulai melunak dan merasa malu.
"Gak mau. Aku akan membawa mu sampai ke dalam perpustakaan," ujar Yuda yang terdengar sedang menjahili nya.
Budi berjalan keluar sedang menunggu kita untuk berjalan bersama menuju ke perpustakaan di jam luang pelajaran ekonomi, untuk memanfaatkan waktu yang ada.
Linda yang barusan memberontak terus tanpa henti, mulai diperhatikan oleh siswi kelas lain yang sedang berlalu-lalang dari toilet atau menuju ke sana maupun ruang guru.