"Aaa ... Seperti biasa jam segini kantin selalu ramai," keluh Linda.Di sekolah kami cuma memiliki satu kantin, area nya cukup luas banyak sekali penjual makanan yang berbagai variasi, termasuk sudah tidak ada tempat duduk yang tersisa, kami sering sekali duduk di bawah pohon-pohon yang tertanam di bawah paving.
Beberapa murid pasti ada yang mencurangi pembayarannya, apa yang ia makan tidak sesuai dengan bayarannya, itu merupakan hal umum yang terjadi, melihat padatnya dua jurusan murid saling berkumpul di satu tempat, terlebih cuacanya juga cukup panas.
Kejujuran merupakan hal yang penting, mereka setuju soal itu, apa yang kita konsumsi akan menyatu ke darah kita. Jika ada kebohongan kecil di antara kita, akan langsung tahu dikelak nanti, terutama mendengarkan ceramah Yuda seperti di jam istirahat pertama. Bisa-bisa dimusuhi olehnya.
"Sekarang giliran siapa yang mau mesan makanan mengantarkan makanannya?" usul Linda.
Ini merupakan kebiasaan kami, jika berempat berbarengan akan menyita waktu cukup lama. Tidak efisien sama sekali, apa kata Yuda.
"Lakukan seperti biasa, yang kalah yang bawa. Sekalian sama yang bayar," pinta Yuda yang masih sibuk dengan gawai nya.
Aku menghentikan mereka berdua terlebih dari kesibukannya. Kami melakukan Hom pim pa, setelah nya Yuda melakukan suit sama Linda. Dia yang ngasih saran dia pula yang kena batunya.
Yuda membiarkan permainannya untuk ditinggalkan sejenak, namun Linda ingin meminjam gawainya selagi pemilik nya pergi ke kantin, "Jangan buka permainan yang aku mainkan." Itu titip pesan darinya.
Kami melihat sebentar yang ia mainkan ternyata sedang AFK dan ikut bergabung dengan grupnya Budi.
"Kamu tidak akan dapat hadiah sama bonusnya, jika ditinggalkan kan?" tanyaku.
"Yah. Itu memang benar, cuma akun utama ku yang dimainkan sama Budi akan dapat," jawab nya.
"Misal kamu dapat item yang sedang dicari, entar akan hangus sendiri gimana?"
"Itu bisa dicari lagi, sekarang prioritas ku yang kalah membawa pesanan ke kalian, jadi aku harus melakukannya. Kalau mau bertukar tugas, gak masalah. Tapi, aku sudah menyuruh mu di istirahat pertama, rasanya gak enak. Aku malahan terlihat seperti bos yang bisanya menyuruh-nyuruh."