Aku melihat sekitar, selagi mereka sedang fokus sama layarnya masing-masing. Ternyata kami cukup diperhatikan oleh siswa-siswi yang berlalu-lalang, kebanyakan siswi yang berhenti dari jurusan IPA, memperhatikan dari kejauhan dan gak berani mendekat.Apakah mereka sedang membicarakan kita atau sedang menjelekkan? Terlihat saling tertawa seperti sedang menggubris.
Berprasangka buruk bukan hal yang baik dan Linda cukup lama. Apakah antriannya cukup panjang?
"Permisi, bisa minta waktu nya sebentar?" Salah satu siswi jurusan IPA yang tadi aku perhatikan ternyata mendekat kemari.
"Boleh, ada apa? Mau berkenalan?" jawab ku.
"Budi, buruan backup HP ku kritis, potion nya sudah habis semua."
"Sabarlah, healer sudah mati. Aku sedang nge-damage sendirian. Kamu nge_taunt_ aja."
Mereka malah asik sendiri, di mana ada siswi yang sudah memberanikan diri. Temannya dari belakang juga ikut datang, belum lama mereka berdebat malah berakhir berteriak.
"Yosha Boss-nya telah dikalahkan," teriak Yuda. Budi menunjukkan layar gawainya kepada nya. Teriakan mereka berdua semakin heboh, "Ooooo! Kita mendapatkan item yang dicari. Langsung taruh dilelang dengan harga 10 Juta, sekarang sudah naik gila-gilaan."
"Yud ... Yud ... Banyak yang nge-chat dan tawaran nya semakin meningkat," gelisah Budi.
"Tahan dulu ... Tahan dulu ... Perkiraan ku akan naik 13 juta."
"Sudah mencapai 13 Juta, ada yang udah nawar. Mau disetujui atau tidak?"
Yuda terlihat ragu-ragu dan siswi yang melihat nya nampaknya ingin menjauh, gak mau ganggu mereka.
"Li ... Lima belas juta, kita akan jual."
"Itu batas akhirnya?"
"Ya. Percaya pada ku," sambil memegang pundaknya.
"Kalian bertiga makanannya sudah tiba, maaf menunggu terlalu la—"
"20 Juta Yud, naik dua kali lipat!" Budi tiba-tiba berdiri
"Gas kan Buuuud!" Yuda jadi ikut bersemangat.
Mereka heboh sendiri, Linda sampai terkejut mendengarnya.
"Kedua teman mu kenapa? Sedang berjudi?" tanya salah satu perempuan tersebut.