Empat Sekawan

Wakadana
Chapter #16

Chapter 2 - Scene 12

Saat aku pergi untuk membayar makanan mereka dan mendapatkan musibah, ketiga teman ku didatangi lagi oleh siswi dari jurusan IPA."Beneran kalian mau mentraktir ku?" ucap Yuda setelah aku tiba. Padahal ia sudah makan barusan, apakah perutnya masih lapar?

"Teman mu yang satunya gimana?" ia bertanya kepada Budi.

"Aku pass," tolaknya.

"Hee, entar jadi gak asik ngobrol nya," keluh mereka.

Linda diajak juga, ia dipaksa untuk ikut. "Rido, yahoo~," Yuda menyapa ku saat ia menoleh ke samping dan aku kelupaan belum beli minuman yang mereka pinta.

"Hee~ Dia teman mu?" tanya mereka.

"Ya. Jika kalian mau mengajak kita, dia harus ikut juga," jawab nya.

Aku beruntung punya teman yang pengertian, mereka sepertinya sedang berdiskusi dan tidak keberatan untuk bergabung.

Atau jangan-jangan, mereka sudah tau yang telah dialami oleh ku. Waktu itu aku gak memperhatikan sekitar, fokus untuk mengambil serpihan kaca piring dan mangkok pecah yang masih ku pegang.

Mereka berdiri untuk pergi ke kantin, yang di sana sudah gak banyak siswi. Ada satu atau dua tiga kursi dan meja yang kosong, kami bertiga duduk dan berbincang dengan dua siswi jurusan IPA.

Yuda dan salah satu teman nya pergi ke gerai untuk melihat-lihat makanan yang masih sanggup untuk dikonsumsi.

"Nama mu siapa? Aku Liana dari kelas 2A," cewek yang modis dengan seragam yang tidak dimasukkan ke dalam rok pendeknya gak seperti Linda yang mengenakan rok agak sedikit panjang menutupi lutut nya.

Ia memperlihatkan kemulusan paha nya yang putih, kuku yang diberi cat warna ada pernak-pernik nya. Bibir yang tipis dengan lipstik yang terang tidak memperlihatkan bibir nya yang pecah.

Teman satunya gak kalah cantik, ia terlihat jago berdandan dan rambut tipisnya dibiarkan terurai sebagai daya tariknya.

"Panggil aku Puput sama dengannya dari kelas 2A," suaranya ... suaranya begitu tenang dan enak sekali didengar. Ditambah ia tersenyum pada ku, melihat Linda yang malu-malu. Ia memperkenalkan dirinya, suaranya cukup pelan.

Entah kenapa reaksi mereka seperti baru melihat makhluk yang imut.

"Budi," ketusnya dan terlihat tidak tertarik.

"Aku Rido dari kelas 2F, sama seperti mereka."

Mereka berdua kembali begitu cepat, karena sudah ngantri panjang dan menyapa kita. Mejanya maksimal muat untuk 6 orang aja dan kami bertujuh. Seharusnya ada salah satu ada yang duduk di samping gak saling berhadap-hadapan.

Yuda menaruh cemilan sebagai makanan penutup, ia mengangkat tubuhnya Linda yang kecil dan dipangku.

Mereka bertiga terkejut, melihat aksinya begitu santai dan berani di depan nya, siswi yang bernama Liana bertanya. "Kalian berdua berpacaran?"

"Masa pacaran harus bawa dua teman cowok sih, kan gak afdol cuma bawa satu cewek. Ya kan Linda?" ucap Yuda di samping mukanya sambil tersenyum.

Suasana hatinya sedang bagus, pembicaraan ini pasti lancar.

"Ini beneran ditraktir kan? Kalian gak bermaksud yang lain kan?" tekan Yuda yang masih tersenyum.

"Bawa santai saja, kami cuma ingin berkenalan dengan murid jurusan IPS. Kalian tau sendiri, jurusan kita kebanyakan di dominasi perempuan," ujar siswi yang belum memperkenalkan diri.

"Tris, tinggal kamu yang belum memperkenalkan diri dan cowok yang ganteng ini. Aku belum tau nama mu."

Mereka bertiga berdiri menyuruh untuk mendekatkan mukanya ke lencana namanya, "Hee~ Yuda." Dengan maksud apa memaksa mereka mengikuti perkataan nya.

"Aku Triska dari kelas 2A jurusan IPA, sering dipanggil Tris."

"Salam kenal Tris," Yuda mencoba akrab dengannya. Aku pun mengikuti alurnya.

Lihat selengkapnya