Tiba di kelas kami datang yang paling awal, jam 6 pagi. Jalan kaki kita sedikit santai memakan waktu 20 menit.Yuda sedang tertidur gak membuka matanya sama sekali dan duduk bersebelahan dengan Linda. Anehnya ia masih berkomunikasi cukup normal gak panjang lebar saat ia terbangun.
Budi pergi keluar, ia ingin jalan-jalan dan menyimpan gawai nya terlebih dahulu.
Aku juga penasaran di pagi hari begini, yang belum banyak siswa nya masuk ke kelas lain dan melihat-lihat ke dalam, rasanya berbeda.
Terutama ngecek bagian laci, entah ada pulpen atau buku yang ditinggal cuma untuk memeriksa dan dikembalikan ke tempat semula.
Lalu berkeliling memutar sampai ke jurusan IPA, belum naik ke gedung lantai dua dan tiga. Di pukul 6 lebih 20 menit. Sudah banyak kendaraan roda dua masuk ke sekolah, begitu ramai.
Entah kelas satu, dua, tiga, banyak menggunakan kendaraan pribadi. Yang belum mempunyai surat izin mengemudi.
Ada juga yang diantarkan memakai mobil, masuk ke gerbang sekolah terus memutar lewat gedung aula diturunkan sesuai arah ke jurusan nya.
Kebanyakan siswi IPA yang sengaja memperlihatkan keindahan, keanggunan, supaya lelaki terpesona melihatnya.
Layaknya debut SMA, padahal sudah dilakukan semenjak kelas satu. Mungkin mereka sedang menggaet hatinya para adik kelas atau kakak kelas.
Budi terkesan tidak peduli melihat nya, ia buru-buru kembali ke kelas. Menghirup banyaknya karbon monoksida dari kendaraan yang baru dipanaskan jauh lebih berbahaya ketimbang karbondioksida.
Kelas kami tinggal beberapa yang belum berangkat, sudah setengah lebih terisi sama tas dan siswa/i yang mengenakan baju olahraga dari rumah.
Tapi, Yuda sama Linda gak keliatan. Mereka sedang berada di mana?
"Kyaaa!!"
Suara yang begitu ramai bergerombol bagaikan semut, banyak siswi yang tercampur antara mengenakan kerudung dan tidak, berkumpul jadi satu.
"Kira-kira? Menurut mu, aku gimana?" suara siswi yang begitu malu-malu tapi bisa kedengeran dari lorong yang menggema.
"Hm ... Cantik kok, kamu pasti sudah berjuang berdandan secantik itu. Pantas untuk dipuji," ucapan tersebut khas dari Yuda.
"Kyaa!"