Empat Sekawan

Wakadana
Chapter #26

Chapter 3 - Scene 7

Ketika sudah sampai di rumah kontrakan, ada hal yang paling menakutkan. Linda sudah pulang lebih dulu, dari mukanya ia terlihat lebih bete dari muka kita."Hmm ... lama! Lapar! Bau keringat! Kalian habis ke mana? Yuda gak diajak pulang juga?" keluhnya cukup keras.

"Yuda pergi ke mall bersama perempuan yang kau kenalkan pada ku."

"Hee— Gak ngajak Maria ke sini? Pasti mereka saat ini sedang Mesra-mesraan," ujar bete Linda.

"Perempuan bersama Yuda itu jadi beneran pacarnya?" tanya Budi.

"Bukan," jawab Linda yang sedang bad mood.

"Terus apa?" tanya kita.

"Pikirkan sendiri, jangan bikin aku tambah emosi. Aku mau makan di luar!" Habis marah terus mengeluh, beneran anak kecil kalau Linda ditambah tantrum dan ngamuk, semakin menjadi keliatan sifat bocahnya.

"Makan aja sendiri di luar, aku entar malam aja," jawab ku.

"Budi ..." ajak Linda.

"Mandi plus tidur."

"Kalian gak asik sekali, pasti diam-diam sudah makan makanan enak di luar tanpa mengajak ku."

Insting laparnya begitu tajam dalam sekali lihat.

"Bayangkan sendiri jawaban mu," ujar Budi untuk mengalihkan prasangka nya.

Saat Budi masuk ke kamar dan menutup pintunya, Linda menendang daun pintunya begitu keras sampai engselnya lepas.

Budi cuma bisa menahan dan bersabar dari sikapnya ini, aku gak mau asal jawab. Tapi, pintu kamar ku ditutup olehnya dan ditendang sampai keras pula. Terdengar benturan pintu kayu yang sudah rapuh dengan serpihan yang terbang ke dalam ruangan.

"Kalian telah berbohong pada ku. Rasakan tuh akibatnya, aku mau keluar ... Hm!"

Linda ngambek habis-habisan, mau jawaban apapun. Ia pasti akan tetap marah, kecuali ada Yuda di sini yang bisa mengendalikan emosinya yang meluap tersebut.

Lihat selengkapnya