Cuma Linda yang menjawab, namun Yuda malah bingung dan ternyata, "Di sana ada Rido? Aku gak melihat bentuk orang nya."Dia sedang lagi bercanda atau mempermainkan ku?
"Itu Rido Yud, masa kamu gak bisa lihat."
"Mana? Gak ada di mata ku, coba kamu foto pake kamera."
Lampu flash begitu silau, mereka semakin terkejut. "Loh kok gak ada?" ucap Linda.
"Dia masih di mushola mungkin, pulang nya paling habis isya," jawab Yuda.
Tatapan Linda kembali mengarah pada ku dan sedikit panik turun ke bawah menghampiri mereka.
"Hah! Kau bikin terkejut aja," teriak Linda.
"Kamu kenapa sih? Gak ada siapa-siapa di sini selain kita, Budi aja sedang santai nonton kartunnya pakai headset."
"Ri-Rido ada di sini di depan kita." Linda bisa memegang tubuh ku dan aku merasakan kehangatan kulitnya.
"Gak ada."
"Ada."
"Kalau gitu lihat lewat pantulan mata ku atau cermin, di kamera gak ada penampakan dari orang nya."
Gawainya diberdirikan di atas meja makan, lalu ambil gambar bersama. Jadi aku ikut berfoto, melihat kengerian ini. Tak ada kehadiran ku di sana.
Suara ketukan pintu sebelum aku menjadi panik, itu adalah Maria yang membuka pintunya. Ia masuk ke dalam sambil menggendong tubuh ku di depan begitu jelas, "Teman mu jatuh pingsan di halaman rumah kosong tersebut."
Mereka langsung menghampiri nya begitu panik.
"Rumah kosong yang depan atau samping?" tanya Linda.
"Di samping," jawab nya langsung.
Tubuh ku dipindahkan lalu diangkat oleh Yuda, di bawa masuk ke dalam.
"Kamu sangat kuat," Linda yang tadinya panik menjadi tenang kembali, Maria pergi keluar sambil membawa bahan makanan begitu banyak yang ada di kantong plastik.
Mereka semua masuk ke dalam dan dikunci pintunya untuk memeriksa kondisi tubuh ku yang dapat dilihat oleh diriku sendiri di depan mata. "Dia masih bernafas, denyut nadinya normal. Mungkin ia syok habis melihat sesuatu, ototnya begitu kencang sekali. Sekarang sudah kembali rileks," jelas Yuda.
Kenapa tubuh ku berada di dalam kamar ku sendiri? Kenapa aku bisa tidak sadarkan diri? Kenapa aku bisa melihat dan merasakan tangannya Linda, ia menarik ku ke atas lantai dua?