Empat Sekawan

Wakadana
Chapter #4

Chapter 1 - Scene 4

Kami berdua memegang uangnya Yuda dan menghitungnya. Jika diambil satu lembar saja mungkin tak diketahui olehnya, tetapi ia menarik uangnya kembali dan dimasukkan ke tas kecilnya.

"Sini ... Ini uangku, jangan mengutil kalian berdua. Kerja sana! Jangan belajar mulu," ketusnya lagi.

"Tapi belajarkan bisa membawakan kita pada rezeki," sangkalku.

"Semua orang juga tahu hal itu, bayi pun tahu ia nangis oe-oe aja dah dapat rezeki," jawab Yuda.

"Darimana kau tahu bayi baru lahir sudah dapat rezeki?" tanya Budi.

"Bernafas," spontannya.

Itu benar sih, tapi ... Ah sudahlah ... Kalau adu mulut sama dia, susah dikalahkan. "Kalian tahu PR singkatannya dari apa? Kuberi kalian waktu untuk berpikir, sementara kukembalikan tas ini ke asalnya."

Semuanya juga tahu PR kepanjangan Pekerjaan rumah, tapi sekarang kita tinggal di kontrakan. Apakah harus diganti menjadi PK.

"Ayo mana jawabannya sebelum malam semakin larut," pintanya. Kulihat jam dinding sudah berada di angka sepuluh.

"PEKERJAAN RUMAH," Kami menjawabnya bersamaan tetapi sedikit loyo suaranya.

"Nah itu tahu, apakah harus digantikan menjadi PRK Pekerjaan rumah kontrakan. Kalau R-nya dihilangkan akan menjadi PK bisa diartikan Pekerjaan kosan. Kalian boleh menyontek, asal pergi kekosan atau aku yang pergi dari sini," ucapnya.

Lihat selengkapnya