EMPEROR

Oleh: Annisa Fitrianti

Blurb

Di tengah derasnya hujan dan kencangnya angin malam, Bree masih senantiasa melakukan kegiatan membacanya sebelum tidur. Namun, tiba-tiba suara tembakan beruntun mengusiknya dari arah taman belakang. Dia sudah tau siapa pelakunya, akan tetapi dia tetap berjalan kearah balkon kamar.

Tatapan Bree membeku melihat Valdoft yang tengah merobek habis perut pria yang dia sewa dari club semalam, Bree tidak habis pikir bahwa Valdoft mampu memperlihatkan kekejamannya itu. Dengan santai, Bree kembali masuk dan memutuskan untuk menyambut Valdoft di ruang tengah.

"Bagaimana Dubai? Apakah menyenangkan?" Sindir Bree seraya memberikan sapu tangan kepada Valdoft di hadapannya.

"Sangat. Tapi lebih menyenangkannya lagi ketika mendapati tikus kecil masuk ke area pribadiku" ucap Valdoft menyinggung Bree seraya membersihkan tangannya dengan sapu tangan.

"Kamu bahkan bisa mengusirnya tanpa harus membunuhnya seperti itu" jawab Bree dengan raut emosi dan nada tinggi.

"Ini rumahku. Aku berhak melakukan apapun. Jadi, kalau kamu tidak suka dengan aturan ku. Kamu bisa pergi dari sini!" tutur Valdoft seraya mencengkeram erat kedua pipi Bree dengan satu tangannya.

"Mommy" panggil seorang anak kecil yang memiliki mata biru dan berambut coklat persis seperti Valdoft versi wanita dari arah tangga.

Mendengar panggilan tersebut, Valdoft lantas melepaskan cengkeraman tangannya pada pipi Bree kemudian berjalan menghampiri Cathlyn anak mereka. Sekali lagi kalau bukan karena kehadiran Cathlyn, mungkin Bree sudah pergi dari hidup Valdoft sejak lama.

Silahkan baca kelanjutannya. . .

Lihat selengkapnya