EMPEROR

Annisa Fitrianti
Chapter #2

Kesepakatan

Setelah menenangkan diri didalam kamar, Valdoft akhirnya melangkah keluar dari dalam rumah. Ameera yang melihatnya pun terlihat melambaikan tangan dan diindahkan oleh Valdoft untuk menghampiri Ameera yang ingin memberikannya potongan kue ulang tahun. 

"Sekali lagi selamat ulang tahun, Mam" ujar Valdoft setelah mencium pipi Ameera. 

"Terimakasih sayang" jawab Ameera dalam pelukkan Valdoft dan tangannya mengusap lembut punggung Valdoft. 

Selesai acara potong kue, para tamu pun terlihat menikmati acara dinner bersama kemudian lanjut untuk berdansa. Termasuk William dan Bree yang kini bangkit dari tempat duduk mereka untuk menuju ke lantai dansa, berbeda dengan Valdoft yang hanya duduk menikmati segelas wine. 

"Kita perlu bicara" ujar seorang wanita berambut coklat dan bermata hijau yang tiba tiba datang menghampiri Valdoft. 

"Duduklah Noerra. Kita bicara saja disini, aku tidak bisa meninggalkan acara ini hanya untuk pergi menemui kamu di restoran" jawab Valdoft dengan tatapan yang masih memperhatikan Bree dan William di lantai dansa. 

"Aku butuh bantuan kamu Val" ungkap wanita di hadapannya dengan tatapan sungguh sungguh dan menggenggam tangan Valdoft diatas meja. 

"Bantuan seperti apa yang kamu harapkan dariku?" tanya Valdoft seraya menatap raut wajah Noerra yang terlihat sedang ketakutan. 

"Harris mencoba memerasku dengan rekaman ranjang kami. Karirku bisa hancur kalau sampai itu terjadi dan nama baik keluargaku pasti akan tercoreng. Aku mohon Val, bantu aku kali ini untuk menghabisinya" pinta Noerra membuat Valdoft kemudian tersenyum. 

"Lalu, apa yang akan aku dapatkan kalau sudah membantu kamu?" Tanya Valdoft membuat Noerra menatap lekat Valdoft yang terkenal dengan pria berdarah dingin. 

"Apapun yang kamu minta" ujar Noerra tanpa berpikir panjang. 

"Termasuk menikah dengan aku?" tanya Valdoft seraya menatap Noerra dengan serius hingga membuat Noerra pun nampak terkejut dengan permintaan Valdoft. 

"Jangan bercanda Val! Bagaimana dengan Bree? Tidak kah kamu memikirkan perasaannya? Dan bukankah kamu sangat mencintainya?" tanya Noerra yang khawatir adiknya itu akan semakin membencinya. 

"Persetan soal cinta. Buktinya ranjangku tetap hangat walaupun tanpa cinta dan Bree terlalu naif untuk hal itu Noerra. Pikirannya masih seperti anak kecil, dia hanya ingin pasangan yang tidak pernah meniduri siapapun dan hanya setia pada dia seorang" ujar Valdoft membuat Noerra tertawa. 

"Ketahuilah, Bree sangatlah setia Val. Jadi jangan samakan dengan kamu yang sudah sering mencicipi banyak wanita" jelas Noerra membuat Valdoft tersenyum lebar dan kembali menatap Bree yang menatapnya juga. 

"Untuk itu menikahlah denganku, karena aku hanya akan menikah dengan wanita yang mau mengerti dengan urusan ranjangku" pinta Valdoft membuat Noerra tersenyum lebar. 

"Kapan?" Tanya Noerra yang ikut menatap Bree di lantai dansa bersama William.

"6 bulan dari sekarang" putus Valdoft membuat Noerra dengan jahil mengecup pipi Valdoft dan menarik tangan pria itu menuju lantai dansa.

Berdansa dengan bebas bersama Noerra hingga berhasil membuat Valdoft tersenyum, Bree yang melihat hal itu pun lantas terbakar cemburu dan balas melepaskan diri dari William. Pesta dansa pun tidak berlangsung lama karena Ameera meminta perhatian sebagai penutup acara malam ini. 

Melingkarkan tangan bertatto nya dengan erat di pinggang Noerra, keduanya pun terlihat serius menyimak sambutan penutup dari Ameera dan kemudian diakhiri dengan memberikan tepuk tangan yang meriah. 

Lihat selengkapnya