Menikmati ramainya club malam dan tegukan demi tegakkan minuman beralkohol, Valdoft pun kembali melihat jam di pergelangan tangannya dan waktu menujukkan sudah pukul 1 dini hari.
Penantiannya terhadap Noerra yang tidak kunjung datang berhasil membuatnya merasa bosan, hingga akhirnya Valdoft memutuskan untuk kembali melanjutkan kegiatan malamnya menuju kasino.
Akan tetapi, tepat ketika dia bangkit dari duduk dirinya berpapasan dengan Noerra. Wanita itu nampak sexy menggunakan dress coklat sebatas paha. Tanpa aba-aba tangan Valdoft lantas di gandeng oleh Noerra dan keduanya berlalu menuju elevator.
Memasuki kamar hotel yang sudah di booking terlebih dahulu oleh Valdoft, Noerra kemudian duduk di sofa dan menyibakkan rambut curly serta panjangnya kebelakang dan hal itu membuat Valdoft menelan silivanya.
"Akting pingsan kamu bagus juga" puji Valdoft membuka pembicaraan dan duduk disisi Noerra sambil merentangkan tangan.
"Terimakasih juga untuk pujian dan pertolongan pertamanya" koreksi Noerra sambil menatap Valdoft lekat disisinya.
"Tidak adakah yang menahan kamu untuk pergi malam malam begini?" Tanya Valdoft penasaran karena yang dia tau selama ini Noerra masih tinggal bersama kedua orang tuanya.
Menggeser posisi duduknya menjadi kedekat Valdoft, tangan Noerra lantas tanpa permisi mulai mengelus pipi kemudian beralih hingga ke bibir Valdoft.
"Aku pergi diam diam dan kalaupun ada yang melihat mungkin itu adalah Bree. Karena kedua orang tuaku sudah kembali lagi ke Jepang sore tadi" jawab Noerra tepat di wajah dan menatap mata biru di hadapannya dengan lekat.
Mendengar nama wanita yang menjadi cinta masa kecilnya disebut, hati Valdoft pun terasa senang dan dirinya semakin tidak sabar melihat Bree akan kembali terbakar amarah karena tau kedekatan Valdoft dengan Noerra.
Entah kenapa Bree sangat protektif kepada Noerra. Padahal, mereka hanya saudara tiri dan Noerra juga mengaku bahwa mereka tidaklah akrab walaupun mereka satu ayah. Ayah mereka sangat pilih kasih dan lebih menyayangi Bree daripada Noerra.
Valdoft sungguh hanya menjadi pendengar yang baik, bahkan tidak pernah sedikit pun berniat jahat kepada Noerra. Tanpa sepengetahuan siapa pun Noerra selalu meminta bantuan kepada Valdoft, hingga sekarang Noerra sendirilah yang melemparkan dirinya ke pusaran nafsu Valdoft.
"Aku harap kamu tidak menyesali malam ini Noerra" ucap Valdoft dengan suara khas beratnya yang kini tertahan karena harus menahan gairah dari sentuhan lembut Noerra pada tubuhnya.
"Aku tidak sebuta Breeslyn. Rela melepas kamu hanya demi menjalin hubungan dengan pria pengecut seperti William" ujar Noerra seraya bergerak membuka jaket yang di kenakan Valdoft.
"Kamu terdengar masih marah karena William harus memutuskan hubungan kalian" ucap Valdoft membuat Noerra tersenyum dan beralih menarik dasi Valdoft hingga wajah Valdoft otomatis mendekat ke wajah Noerra.
"Jelas. Makanya aku meminta bantuan kamu untuk membunuh tunanganku karena sejujurnya aku tidak setuju dengan perjodohan yang tidak adil itu" jelas Noerra dengan tatapan dalam dan melepas dasi di leher Valdoft.