Orang-orang itu kembali lagi ke jembatan yang sama, di waktu yang sama, tidak hanya sendirian tetapi semua yang kemarin berkumpul kembali di jembatan itu.
"Waduh waduh waduh... kalian lagi, ga bosen apa ya nongkrong di sini mending kalo ada kopi nah ini ga ada kopinya, gimana kalo nongkrongnya pindah aja ke cafe, ada yang rekomen loh, daripada di sini bising" Eli datang dengan santai dan dan berdiri di tengah-tengah begitu saja.
"Yang ada juga kita bosen ketemu sama lu, ngapain sih lu muncul lagi di sini?" Oniel jengah dengan kedatangan Eli di tengah-tengah mereka.
Tak jauh dari sana Gita melihat tingkah santai Eli menghadapi sekumpulan orang yang berputus asa namun kesal dengan kedatangan Eli di tengah-tengah mereka.
"Hahaha anak itu ya bener-bener" Gita hanya menggeleng sambil terkekeh melihatnya.
"Ya buat ketemu sama temen-temen baru aku dong, kan kemarin kita udah kenalan, udah yuk kita pergi dari sini, kita ke cafe deket sini, aku yang traktir tenang aja, kalo mau makan boleh ko, hem... ayo" dengan tingkahnya Eli menarik mereka semua satu persatu.
"Ayo! kalo engga, nanti saya teriakin orang-orang sekampung mau? yaudah ayo ikut aku yuk"
Gita tau kemana Eli akan membawa anak-anak itu, dan Gita hanya mengikuti langkah Eli tanpa ia ketahui.
Mereka yang tak mau di teriaki warga mau tak mau mengikuti langkah Eli ke tempat yang entah mereka tak tau.
"Bentar ya kita belanja dulu, ayo masuk!" ajak Eli memasuki minimarket.
"Ngapain sih kita ke sini?" kesal Flora.
"Mending pulang tau ga!" lanjut Flora.
"Heh jangan dulu, mau di teriakin? gini deh, kalo setelah dari tempat ini kalian mutusin buat tetep kembali ke jembatan itu, aku ga akan ganggu kalian, gimana?" Eli memberi ancaman sekaligus memberi kesepakatan.
"Hem ok deh" Flora deal kesepakatannya.
"Yang lainnya?" tanya Eli.
"Yaudah deh terserah" balas Oniel yang di angguki Lulu, Ella dan Greseel juga Freya.
Orang-orang itu membawa barang belanjaan Eli yang tidak sedikit, ia membeli banyak popok bayi, beberapa susu formula, beberapa makanan cemilan, daging-daging, beras, minyak dan kebutuhan lainnya seperti sayur-sayur di tukang dagang sayur dekat sana, tak lupa beberapa mainan.
Setiap orang membawa keresek masing-masing dan mereka hanya pasrah dengan itu karena sudah kesepakatan.
"Ada lagi ga? lu mau pindah apa gimana? banyak bener belanjaan nya?" tanya Ella yang sudah keberatan.
"Heheh yang sabar ya, bentar lagi nyampe... nah itu dia udah keliatan"
"KA ELIIII!" seru anak-anak mendekatinya dengan wajah ceria.
"Hallo anak-anak kakak bawa temen-temen kakak mereka bawa hadiah buat kalian"
"Horeeeee asiikkkkk terima kasih kakak-kakak"
Mereka memeluk setiap orang dengan senang dan tak terasa itu malah membuat air mata menetes dari orang-orang itu.
"Kita masuk yuk ketemu Ibu asuh kalian" ajak Eli sambil menggandeng tangan mungil mereka.
Mereka pun di tarik pelan oleh setiap anak yang menghampiri mereka dengan senang hati.
Semakin dekat mereka dengan rumah yang tampak sederhana itu semakin jelas juga lah indra pendengaran mereka menangkap suara tangis bayi bayi dari dalam.
"Assalamualaikum Ibu aku dateng" seru Eli lalu menyalami Ibu asuh yang paruh baya itu juga memeluknya dengan rindu.
"Aku bawa teman-teman aku mau ngasih sesuatu buat anak-anak Ibu"