Pagi-pagi Eli sudah bangun di kamarnya, ia sudah duduk di kursi rodanya, kedua kakinya sudah tak dapat di gerakan lagi, namun masih ada kedua tangannya yang masih dapat ia gerakan meski terkadang kedua tangannya itu juga bisa tiba-tiba tak dapat di gerakan.
Eli masih berkutat dengan buku diary nya, ia menuliskan kata demi kata di buku yang akan menjadi kenangan semasa ia mampu menulis.
"Tuhan...hari ini hari ulang tahun ku, aku bersyukur Engkau masih memberiku kesempatan untuk hidup, di sisa-sisa mampuku"
"Kedua kakiku sudah tak dapat lagi di gerakan, meski kedua tanganku masih mampu bergerak namun tanganku ini bisa tiba-tiba tak dapat di gerakan lagi, tapi aku sudah tak marah dengan keadaanku, aku mulai menerima takdir yang Engkau berikan untukku, meskipun kesel itu masih ada tapi selalu ada si Gita yang bikin aku sadar kalo aku harus menerima ini secara perlahan, lagipula aku ga sendirian, banyak yang sayang sama aku di sini, Engkau mengirim banyak orang yang sayang sama aku, terima kasih"
"Tapi Tuhan...jika aku sudah tak dapat menggerakan seluruh tubuhku lagi, aku mohon untuk mengambil aku saja, agar aku tidak merepotkan keluargaku juga teman-temanku"
"Itu saja untuk hari ini, semoga besok aku masih bisa menulis di buku ini"
Eli menutup buku diary nya dan menyimpannya dengan rapi, bersamaan dengan Gita yang membuka pintu.
"Pagiii Bro...ayo keluar, mereka udah nungguin" ajak Gita mengambil alih kursi roda untuk ia dorong keluar.
"Mereka siapa?" heran Eli.
Beberapa langkah dari kamarnya sang Ibu Shani dan sang Ayah Cio sudah tersenyum menyambut Eli.
"Selamat ulang tahun anakku" Shani memeluk Eli dengan tulus.
"Selamat ulang tahun anak Papa" Cio pun memeluk dan mencium puncak kepala Eli dengan tulus.
Setelah berpelukan dengan kedua orang tuanya Eli kira mereka akan berkumpul di ruang tamu, namun kursi roda masih di dorong oleh Gita.
"kita mau kemana? gue kira mau ngumpul di ruang tamu"
Ceklek.
"SELAMAT ULANG TAHUN KA ELIIIII" seru Ella dengan cerianya.
"Birthday Girl" seru Oniel yang berdiri dengan kue di tangannya.
"Selamat ulang tahun Princess" seru Freya.
DOR
DOR
Lulu dan Flora kompak memutar party popper.
"Selamat ulang tahun" seru Greesel meniup terompet.
"Selamat ulang tahun" seru Lulu dan Flora kompak.
"Makasih semuanya" balas Eli tak kalah senang nya.
Shani dan Cio tersenyum melihat betapa di sayanginya anaknya itu oleh teman-temannya itu.
"Make a wish dulu baru tiup lilin" ucap Oniel yang mendekatkan kue nya pada Eli, dia bahkan sampai berdiri dengan lututnya dan ikut memejamkan mata bersama yang lain yang mulai berdoa dengan Agamanya masing-masing.
"Semoga teman-teman ku bahagia selalu, ada satu harapan ku satu lagi yaitu bisa melihat penampilan mereka di festival nanti meskipun aku tidak di samping mereka tetapi setidaknya izinkan aku melihat mereka sebagai penonton dari bawah" batin Eli.
"Semoga Eli tetap tersenyum dan bahagia selalu" batin Greesel.
"Semoga semua yang terbaik untuk Eli dan tolong jangan ambil Eli dari kami" batin Oniel.
"Semoga Eli tetap bersama kami sampai kapanpun" batin Lulu.
"Semoga Eli teteap menjadi Eli yang ceria apapun kondisinya" batin Flora.
"Semoga ka Eli bahagia selalu dan tetap ceria tanpa ada yang menghalangi keceriaannya itu aamiin" batin Ella.
"Semoga semua yang terbaik untuk Eli bahkan semoga Eli dapat sembuh aamiin" batin Freya.
"Semoga Engkau tak mengambil Eli dari kami, semoga Eli tetap bahagia dan hadir di tengah-tengah kami, aku mohon padamu yang Tuhan, jangan ambil dia dari kami, izinkan dia bahagia" batin Gita.
"Udah, ok tiup lilinnya..."