Selalu ada hal indah di Dunia ini, namun pilihan ada pada setiap pribadi masing-masing, entah memilih mengakhiri segalanya sebelum hal indah itu datang, atau bersabar sedikit lagi sampai hal indah itu akhirnya datang.
Jangan menyerah dan bersabar lah sedikit lagi, dan ingat satu hal ketika dirimu merasa di tinggalkan oleh semua orang, pada saat itu lah Tuhan sendiri yang akan menemani langkah mu.
Tetaplah bernafas di hari yang seterusnya.
Fase-fase yang mudah sudah di lewati oleh Eli, kini ia ada di fase yang sulit dalam hidupnya.
Eli di rawat di Rumahnya sendiri, karena kondisinya bukan untuk menyembuhkan penyakitnya namun hanya untuk memperpanjang sisa hidupnya sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya nanti.
Tante Feni sudah berusaha mencari cara juga Dokter yang mampu menangani Eli namun usahanya hanya sampai ia bisa meyakinkan para Dokter dari manca Negara jika penyakit yang satu ini adalah ancaman, ia melakukan banyak seminar di Universitas-universitas besar di berbagai Negara untuk membahas hal ini, karena usahanya itu lah kini banyak dari para Dokter juga Ilmuwan yang meneliti penyakit ini untuk mendapatkan obatnya, Ia berjanji apa yang di alami Eli tidak di alami anak-anak yang lain yang tidak berdosa.
Muthe memasuki kamar Eli di susul teman-teman nya yang lain juga Gita.
"Eliii... kita habis ada event terus langsung ke sini buat ngabarin kamu," seru Muthe seperti biasa.
Eli yang hanya terbaring di ranjangnya menatap Muthe dan mendengar semua cerita juga pengalamannya menjadi seorang Manager.
Tak mampu lagi Eli menjawab setiap pertanyaan atau hanya sekedar menanggapi ucapan mereka, meski ia ingin sekali membalasnya namun ia sudah tak bisa.
"Grup kita Aozora bakal manggung di Malaysia, karena ada yang ngundang kita di sana, Minggu depan kita bakalan ke luar Negeri yeeeyyy," Muthe sangat senang dengan pencapaian baru dari teman-temannya itu.
"Malaysia kan deket," gumam Gita yang terdengar Muthe.