Entres Keprok Bapak

Rifatia
Chapter #12

Tahapan 11

"Jangkrik gepeng kon, Adrian!"

Untuk kesekian kalinya hari itu, Satria mengumpat pelan menyebut nama sahabatnya.

Meja kerja kayu di hadapannya sudah berubah menjadi lautan kertas. Dokumen-dokumen laporan audit dan revisi sistem dari pihak klien berserakan tak beraturan, bertumpuk di sisi kanan, kiri, hingga hampir menutupi area laptopnya.

Kejadian kemarin siang mendadak berputar kembali di kepalanya.

Telepon dari Adrian masuk dengan nada dering membabi buta. Begitu tombol hijau digeser, suara Adrian meledak panik.

"Akhirnya telepon gue diangkat juga, Sat!"

"Ana opo sih, Ad?" sahut Satria malas.

"Sat, butuh bantuan banget nih! Please!"

Satria memicingkan mata curiga. "Awas ae yen kon ngerjain aku maneh!"

"Nggak! Demi Allah kali ini nggak, Sat! Ini klien kita di Malang mendadak minta revisi perbaikan cepat. Harus hari ini juga diproses!"

Satria terdiam. Ia memijat pelipisnya yang sebenarnya sama sekali tidak pusing, menyembunyikan keterkejutannya.

"Sat? Lo masih di situ kan?" Adrian memastikan sahabatnya masih mendengarkan.

"Sat, gue—"

"Wis, wis! Oke, aku meluncur ke sana sekarang!" cut Satria cepat.

"Alhamdulillah! Thanks banget, Sat! Nanti gue—"

"Wis lah!"

"Oke, oke! Pemesanan tiket dan transportasi diatur Bima ya! Kabarin kalau udah nyampe sana!"

"Hmm."

Panggilan telepon terputus. Kala itu Satria sempat menghirup udara sejuk lereng gunung di nursery dalam-dalam—udara segar yang terpaksa ditinggalkannya demi tuntutan pekerjaan.

Dan di sinilah ia sekarang. Berada di ruang kerja sementara kantor klien di kawasan kota, sibuk membaca satu per satu berkas rumit yang belum sempat diselesaikan oleh tim Alex.

Tok tok tok.

Suara ketukan pintu memecah konsentrasi Satria. Namun, ia masih bergeming, matanya tetap tertuju pada tabel angka di kertas hvs di tangannya.

Tok tok tok.

"Masuk!" seru Satria tanpa mengalihkan pandangan.

Lihat selengkapnya