Blurb
Girimulya, kota kecil di lereng pegunungan, tampak seperti tempat sempurna untuk menghilang. Itulah alasan Rasa Adiwangsa pindah ke sana—membawa lukanya sendiri, satu tahun setelah kehilangan putri satu-satunya, Kirana, dalam kecelakaan yang tak pernah benar-benar bisa ia pahami.
Tapi Girimulya menyimpan kutukannya sendiri. Rumah-rumah lapuk dalam semalam. Warga lupa nama orang yang mereka cintai, lalu ingat kembali seolah tak terjadi apa-apa. Semua bermula—atau berpusat—di sebuah fasilitas penelitian tua yang sudah dua puluh tahun ditutup, di bawah Bukit Ler.
Ketika seorang fisikawan asing bernama Adam Nusantara datang membawa dokumen lama, Rasa dipaksa menghadapi kenyataan yang jauh lebih personal dari yang ia duga: nama suaminya—dan namanya sendiri—tercatat di sana, setahun sebelum Kirana meninggal.
Semakin dalam Rasa menggali, semakin ia sadar bahwa yang membusuk bukan hanya kota ini. Ingatannya sendiri tentang kematian putrinya mulai berubah setiap kali ia mengingatnya kembali. Rasa tidak sedang menyelidiki sebuah misteri.
Ia sedang kehilangan kendali atas kenyataannya sendiri—dan jawabannya mungkin lebih menyakitkan daripada tidak pernah tahu sama sekali.