"Tidak ada bulan madu." Kalimat datar Rai ditujukan pada Diara yang tidak kalah dingin.
"Setuju."
"Lalu..." Rai meneguk ludah, wajahnya seketika berubah rona. Campuran malu dan canggung.
"Sex?" tembak Diara, mengejutkan Rai.
Malu-malu Rai mengangguk sambil berdesis, "Ya."
"Bagaimana?"
"Hah? Apa?"
Ini kesalahan fatal pernikahan mereka. Alasan zina, komunikasi nol persen pra nikah, dan kondisi di rumah masing-masing adalah poin mereka tidak membuat kesepakatan bagaimana rumah tangga akan mereka jalani. Bodoh saja jika Rai dan Diara akan bersetubuh dalam waktu dekat, mereka masih dua orang asing. Suasana canggung kembali menyelimuti. Baik Diara dan Rai sama-sama tercebur dalam pikiran mereka masing-masing.
"Pernikahan ini normal," kata Rai bak robot. Bicara dalam intonasi dan wajah datar.
"Ya, pernikahan kita normal," gumam Diara masih tertangkap indera pendengaran Rai.
Pernikahan normal? Rai dan Diara saling memalingkan wajah lalu menghela napas letih.
※※※※※
Keputusan Rai memboyong Diara tinggal bersama keluarganya adalah kesalahan fatal pertama setelah pernikahan mereka. Diara nyaris mau bunuh diri tiap bersitatap Gemmy. Mantan prianya makin kurus, tak terawat. Beberapa hari pasca pernikahan, hatinya tidak akan bisa melunturkan cinta yang dirawat bertahun-tahun bagi pria itu.
"Makanannya nggak enak, Di?" tanya Yulia pada Diara yang sejak tadi hanya mengaduk makanannya.
Diara tergagap. Raganya di sini, akan tetapi jiwanya melayang. "Nggak, makanan ini enak." Diara pernah diajak berkunjung menemui Rakhmadi dan Yulia semasa masih berstatus pacar Gemmy, bukan berarti dia akrab dengan orangtua Gemmy dan Rai. Dirinya masih merasa canggung. Setelah 'malam itu' dan pernikahannya dengan Rai, kecanggungan itu bertambah parah.
Menutupi ketidaknyamanannya berada satu meja makan bersama seluruh anggota keluarga Rai, Diara menyuap nasinya. Lidahnya mati rasa, kepalanya mau pecah. Rasanya dia sudah berada di ujung ketahanan diri, maunya kabur tanpa menyisakan jejak.
Suasana makan malam hanya terisi suara alat makan yang beradu. Jauh dari kesan sebuah keluarga. Yulia ingin mencairkan suasana namun dia berusaha menghormati perasaan Gemmy. Anaknya itu sudah berusaha tabah berada satu meja makan bersama dua orang yang menghancurkan kepercayaannya. Baiknya Yulia tutup mulut.