Mencintaimu pilihan.
Bertahan di sisimu kewajiban.
Menerima takdir urusanku.
Aku, di sini, bersama kesepian menantikan kepulanganmu.
Akankah ada satu rasa yang singgah atas namaku?
Pernahkah kau mengingat sekadar wajahku dalam satu detik kehidupanmu?
・
・
・
Gerak gemulai Rodriges menyusuri rumah barunya bak seorang detektif menginvestigasi lokasi pembunuhan. Setiap inci diamati, sesekali kami beradu pandang. Selalu dia yang pertama melepas tatapan kami. Melenggok anggun membelakangiku. Dasar cupang satu ini, nggak ada rasa syukurnya. Memangnya siapa perempuan tolol lain yang mau menyia-nyiakan perawatan meni-padi hanya untuk mengganti air di akuarium dekilnya.
"Jangan lihat Rod seperti kamu mau memasukannya dalam penggorengan panas!"
Err, jika bukan karena pria yang berdiri di belakangku kini, mana mau aku menyentuh selingkuhan dalam kamar tidurku.
"Rai, bisa kita pindahkan Rodriges ke tempat lain? Dapur maybe?" usulku pada Raihan yang tengah asyik menggosok rambut basahnya menggunakan handuk.