Erau: Festival untuk yang Hidup dan Mati"

Muhammad Agra Pratama Putra
Chapter #17

Penebus Adat

Malam menggantung pekat di atas Tenggarong. Festival Erau telah resmi ditutup beberapa jam yang lalu. Tenda-tenda sudah dibongkar, panggung-panggung dibongkar dalam senyap, dan suara tawa orang-orang berganti menjadi kesunyian. Namun di rumah panggung tua milik Aji Raga Brata, ketegangan masih menebal seperti kabut pekat yang enggan menguap.

Reno, Nadya, Adit, Laras, dan Tasya duduk bersila dalam lingkaran bersama Aji Raga Brata dan Belian Tua Baisaroh. Gilang duduk di pojok ruangan, menatap kosong ke dinding seolah raganya ada, tapi jiwanya telah tersedot entah ke mana. Wajahnya pucat pasi, tangannya dingin, dan matanya memerah seperti habis menangis, meski tak setetes pun air mata jatuh.

Aji Raga menghela napas panjang. "Kita harus bicara. Sekarang juga," ujarnya. Suaranya berat, mengandung tekanan. "Roh-roh leluhur sudah bangkit. Bukan hanya bangkit mereka marah."

"Kenapa... kenapa semua ini terjadi? Bukankah kami hanya ingin mendokumentasikan budaya kalian?" tanya Reno, suaranya lirih dan penuh penyesalan.

"Karena budaya lain tontonan. Inya tu  warisan, darah, dan kepercayaan. awak rekam dengan mata kamera, tapi ndik ingat menyentuhnya dengan hati," jawab Belian Baisaroh tajam, matanya menatap Reno seperti menembus isi kepalanya.

Aji Raga menyela dengan suara yang lebih tenang namun tegas, "Tapi semua belum terlambat. Masih ada satu jalan. Penebusan."

"Apa maksudnya?" tanya Nadya pelan, sementara Adit menunduk menahan rasa bersalah yang mulai menyesak.

"Penebusan adat adalah proses mengembalikan keseimbangan. Tidak bisa sembarang orang. Yang membuka pintu harus yang menutupnya."

Semua mata serempak menoleh ke arah Gilang.

"Gilang...?" gumam Laras, lebih seperti pertanyaan daripada pernyataan.

"Gilang membuka jalannya. Garis keturunannya dari darah Kutai itu bukan kebetulan," jelas Aji Raga. "Arwah ibunya memanggilnya kembali ke tanah ini bukan untuk bersenang-senang. Tapi untuk menggenapi sesuatu yang belum selesai."

Lihat selengkapnya