Blurb
Deandra, 24 tahun, terlihat garang: penuh tato, rambut acak, tatapan dingin yang menyingkap jarak. Tapi di balik penampilannya yang rocker itu, tersimpan satu kegelapan yang tak mau pergi, yaitu philophobia, ketakutan yang melumpuhkan perasaan cinta. Sejak kecil ia selalu dikejar awan hitam yang menggetarkan jiwanya. Semua yang pernah mencoba mendekat — wanita yang ia panggil ibu, adik, dan sahabat-sahabat setianya Abay, Vero, Dimas — hanya mampu memahami dan menemani dari kejauhan.
Ketika Deandra memilih terapi, ia berharap lepas dari belenggu itu. Namun, keputusan itu ternyata membuka pintu ke petualangan yang memaksanya untuk menelusuri kembali setiap luka: memori yang saling terkait dan rahasia yang menunggu untuk terungkap. Bersama teman-teman dan keluarga yang ia bentuk sendiri itu, Deandra harus memilih — melarikan diri atau menerima cinta sebagai bagian dari penyembuhan. Dan ketika semesta menuntut pengorbanan terakhir, satu pertanyaan tersisa: apakah hati yang terkunci itu akan luluh?
Esensi Cinta adalah kisah tentang trauma, keberanian, dan perjalanan emosional menuju penerimaan diri. Melalui bahasa yang jenaka namun tajam, novel ini mengeksplorasi batas antara cinta dan ketakutan, dan bagaimana keduanya dapat menjadi dua sisi yang saling melengkapi.