Psikiater. Dr. Silvia SpKJ
“Perkenalkan nama saya Silvi, Bu. Jadi begini Ibu Lisa, saya baru saja mendapatkan hasil laporan dari dokter yang memeriksa fisik anak Ibu. Di sini, dikatakan anak Ibu mengalami gangguan metabolisme tubuh, radang, dan gangguan beberapa fungsi organ.”
“Saluran pencernaannya juga menyusut karena kurangnya asupan makanan. Sementara ini, anak Ibu akan ditangani oleh rekan saya hingga kondisi tubuhnya membaik.”
“Iya, Dok. Tapi, ini kenapa saya di panggil ke sini ya? Bukannya ini bagian kejiwaan?”
“Oh, iya. Saya belum memberitahu. Tapi, sebelumnya izinkan saya bertanya, Bu. Maaf, apakah anak Ibu sering mengalami hal seperti ini?”
“Hmm, saya nggak yakin juga, Dok. Tapi, memang anak saya sedikit berbeda. Bagaimana ya mengatakannya… Hmm, dia itu suka menyendiri. Tidak suka berada di antara orang-orang. Dan sulit untuk mengendalikan emosi.”
“Emosi seperti apa, Bu?”
“Dia sensitif sekali dengan ranah pribadinya. Dia tidak suka jika orang asing mencoba untuk akrab. Jika itu terjadi, dia bisa jadi lebih agresif. Dia memang tidak pandai bergaul, tapi dia bukan anak nakal. Sering kali, saya perhatikan dia suka tiba-tiba gelisah seperti ketakutan akan sesuatu.”
“Ketakutan? Apakah dia pernah cerita tentang hal itu?”
“Nggak, Dok. Dia itu anaknya cukup tertutup. Tapi… dia sempat bercerita soal gelap dan awan hitam… entah apa maksudnya, saya tidak mengerti.”
“Terima kasih, Bu, atas informasinya. Jadi begini, selain kondisi anak Ibu yang tadi saya sebutkan sebelumnya, kami sebenarnya juga telah menemukan adanya zat-zat pemakaian obat tidur atau penenang di dalam tubuhnya.”
“Maksud Dokter? Obat-obatan apa ya?!”
“Hmm, sebenarnya obat-obat ini tergolong psikotropika. Namun, jika dikonsumsi dengan dosis yang benar dan diresepkan oleh seorang dokter, maka tidak apa-apa, Bu. Masalahnya untuk saat ini, kami belum mengetahui anak ibu mendapatkannya dari mana.”
“Ya, ampun! Saya nggak tahu sama sekali soal ini, Dok?”
“Obat-obat seperti ini biasanya diresepkan oleh dokter untuk pasien yang memiliki gangguan berupa depresi, atau penyakit yang berhubungan dengan kondisi mental, Bu.”
“Kondisi mental?”
“Iya. Apakah mungkin Ibu mengetahui apa yang sedang anak Ibu alami? Atau ada masalah yang baru saja terjadi?”
“Hmm, saya kurang yakin, Dok. Tapi untuk kondisi mental… saya pikir sudah berlangsung sejak lama.”
“Sejak kapan, Bu?”