Esensi Cinta-Kisah Pria yang Takut Jatuh Cinta

Peter Samudra
Chapter #43

Eps. 42 Telepon Tengah Malam

Diana

“Din, tadi kamu nggak ketemu Kakakmu? Katanya dia dapet proyek di hotel tempatmu kerja?” Ibu memastikan. “Iya, ketemu kok, Ma,” jawab gue sambil mengeringkan rambut seusai mandi.

“Terus, kok nggak pulang bareng?” Ibu menatap heran. “Ya ngapain? Kan kendaraannya udah masing-masing,” jawab gue, bingung dengan pertanyaan Ibu. “Ya, iya sih. Cuma Kakakmu itu pergi dari siang lho. Ini udah jam sebelas malam masa acaranya belum selesai.”

Gue langsung menoleh. “Ya, keluar kali. Orang acaranya udah selesai dari sore, eh—” Gue keceplosan. “Lho, berarti Kakakmu pergi ke mana?” Ibu tampak khawatir. “Ya nggak tau, Ma. Lagian tumben Mama khawatir? Kak Andra kan emang sering pulang tengah malem.” Tampak Ibu berpikir sejenak. “Iya, Mama tau… tapi perasaan Mama dari tadi kayak nggak enak gitu.” Gue tertawa geli di dalam hati. Mengingat Kak Andra tadi sedang bersama seorang wanita.

Tiga jam berlalu. Gue sudah di dalam kamar hendak beristirahat. Sesaat sebelum terlelap, tiba-tiba ponsel gue berdering. “Ah, siapa sih tengah melem gini telpon!” Setelah gue cek, ternyata dari nomor tidak dikenal. Gue sempat ragu. Tapi akhirnya gue terima panggilan itu.

“Ha—halo…” jawab gue pelan. Suara seseorang berbicara di telepon. “I—Iya benar ini dengan adiknya.” Jantung gue langsung jatuh ketika mendengar nama Kak Andra disebut. Suara seseorang berbicara di telepon. “Apa? Maaf, bisa diulangi lagi?” tanya gue, memastikan jika gue tidak salah mendengar. Suara seseorang berbicara di telepon. “Di mana, Pak?” Refleks gue mengangguk, walaupun tidak ada siapapun yang melihat. “Baik, Pak. Saya akan segera ke sana.”

Setelah menutup telepon, gue bergegas menghampiri Ibu. pelan-pelan gue membangunkan beliau yang baru saja terlelap. “Ada apa, Din?” Ibu terkejut melihat wajah gue yang tampak panik. Gue menggenggam kedua tangannya. “Kak Andra, Ma…” Ibu langsung bangun dari tempat tidur.

“Deandra kenapa?” Wajah Ibu mendadak pucat, seolah tahu bahwa apa yang akan didengarnya adalah kabar buruk.

“Barusan Diana dapet telpon dari kepolisian. Mereka bilang Kak Andra sempat terlibat peristiwa pengeroyokan di daerah Senopati,” ucap gue, memastikan Ibu kuat untuk mendengar kabar buruk ini. “Pengeroyokan? Terus, gimana Deandra?” panik Ibu, menggenggam keras jemari gue. “Ma, Ma… tenang dulu. Ini belum selesai, Ma!” ucap gue, diiringi dengan tangis yang semakin kencang.

Lihat selengkapnya