Esok Yang Berbeda

berry
Chapter #1

01012027

"Mereka tidak takut untuk terjatuh."

Kalimat itu melekat di benakku saat menatap Rhine Falls dari kejauhan. Walau samar, walau hanya gemuruhnya yang sampai ke jendela, mereka tetap terlihat perkasa. Dan ucapan seseorang itu... apposite. Terlalu tepat. Benar katanya, mereka tidak takut untuk terjatuh.

Di sisi lain, aku justru terlalu takut. Takut terjatuh, takut menemui. Aku hanya terdiam kikuk menatap keindahan Rhine Falls dari balik kaca.

Kotak biru muda di tanganku terasa hangat. Membukanya ibarat membuka kenangan silam. Dalam hitungan detik, setelah perang dengan diriku sendiri, aku memilih membukanya. Karena rindu.

Cermin bundar berdekorasi laut jadi hal pertama yang menyapa. Mataku terpantul di sana. Tapi yang kulihat bukan aku. Melainkan seseorang yang juga kurindukan. Iris mata coklat muda itu... terlalu menggemaskan sampai membuatku lupa seperti apa warna irisku dulu.

Lihat selengkapnya