Esok Yang Berbeda

berry
Chapter #2

14072025

Labirin Terang



Terang yang kau selipkan dalam gelap, menumbuhkan harap

Menggerakkan langkahku menuju ke arahmu, dengan kesadaran hati dan jiwa

Langkah itu membawaku masuk ke dalam labirin

Membuatku tersesat mencari arah

Hanya dari kejauhan, terang itu nyata

Namun, terang yang kau bawa hanya singgah

Terang itu bukan untukku , melainkan untuk perempuan yang kau ratukan

Jika berhenti dalam labirin, dada yang membuncah terlalu rumit untuk dielakkan

Rasa ingin terbebas selalu meronta

Namun, langkahku tak kunjung keluar, terperangkap dalam bayang-bayang terang

Aku ... hanya tak mampu bersanding dengan perempuan yang kau ratukan


Yang terukir:

Elvano Haidar Antariksa



Selembar kertas yang berisi puisi itu tertempel di mading sekolah. Semua orang berbisik-bisik, menerka si pemilik selembar kertas itu. Hanya gadis berambut hitam sepunggung dengan name tag 'Elena Zuhair' di pin bajunya, yang berdiam diri di depan mading. Matanya memicing, dengan tangan mengepal meremas ransel di pangkuannya.

Orang gila mana yang lancangnya gak ngotak!

"El, itu ... bukan lo yang nulis 'kan?" ucap seorang perempuan di samping Elena. "Tulisannya gak asing sama tulisan lo."

Pertanyaan itu membuat sebagian orang menatap Elena.

Elena yang merasa diintrogasi tersenyum kecut, menatap perempuan itu. "Mana ada, dia musuh gue! Gak mungkin lah!" cetusnya.

"Iya sih." Perempuan itu bergumam.

Lantas Elena melenggang pergi. Wajahnya yang kecut dipaksakan tersenyum, menutupi rasa kesalnya. Itu memang tulisan tangannya. Jika orang-orang tahu, termasuk Elvan, harga dirinya akan merasa terinjak-injak.

Elena berpikir keras, siapa yang menempel tulisan itu di mading. Tulisan itu salah-satu dari lembaran diary book miliknya. Hanya orang lancang yang berani melakukan itu.

Bayang-bayang gelap sudah menghantui pikirannya, takut orang-orang tahu akan rahasia besarnya. Terlebih perempuan tadi, teman sekelasnya, mengenali tulisan tangannya.

Lihat selengkapnya