Masih bagai permen kapas, lembut dan manis, tetapi kali ini sinar matahari sedikit terik. Terasa di kulit. Di bawah, air menciprat besar-besaran, dari permukaan Lautan Elysium. Perbedaan suhu yang kontras, menjadikan terkesan lebih dingin dari seharusnya.
Monster sebesar rumah menyembul keluar dari dalam laut. Sebagian tentakel berayun, mengibas di udara, lalu turun lagi ke air. Mengakibatkan cipratan besar lagi dan lagi. Kulitnya kuning agak putih, sedikit silau di tengah lautan terbuka. Corak bulat-bulat berwarna biru di seluruh tubuh, menyala lebih terang akibat merefleksikan cahaya, ketika terancam dan agresif.
Lagi-lagi, salah satu hasil dari eksperimen gila Crimson Moon. Monster breed dari gurita cincin biru. Sejauh ini, dari pengalaman Sanctuary menghadapi berbagai monster di sekitar Elysium Islands, jumlah mereka jauh lebih sedikit dibandingkan hawk monster. Tiap kali muncul biasanya hanya satu. Terkadang dua, tetapi dengan ukuran tak sebesar ini.
Dua aircraft raksasa milik Sanctuary terbang di atasnya. Para bawahan menyerang tentakel-tentakel dari berbagai arah. Jake melayang sedikit lebih tinggi dari rekannya. Dua tangan di atas, mengayun sebuah jangkar besar empat cakar, sehingga menancap di pangkal salah satu tentakel. Kemudian, rantai ditarik sehingga jangkar menggoresnya lumayan dalam. Mengakibatkan darah berwarna biru mengalir keluar, mengotori air laut.
Dari atas, Theodore melesat untuk mengoyak badan monster—biasanya disebut mantle bila pada gurita umumnya—menggunakan two sided scythe, sabit dengan pisau di atas maupun bawah menghadap arah berlawanan. Bentuknya sekilas mengingatkan kepada taring-taring black panther miliknya. Darah biru menciprat ke segala arah, tentakel-tentakel mengkibas makin kencang, badan menggeliat.
Gurita raksasa itu mulai marah. Blue-ringed octopus monster memang hanya berjumlah satu atau dua sekali muncul. Namun, akibat ukurannya yang sangat besar, tetap waktu lama untuk benar-benar melukai cukup dalam dari banyak sisi agar dapat menghabisinya.
Aaron menyusul, sama-sama melesat dari atas. Sengaja untuk berlalu di samping Theodore, sebelum menancapkan pedang besar tepat di antara kepala dengan pangkal tentakel-tentakel. Separuh bilah tenggelam dalam sekejap, lalu masih didorong bertahap agar menancap lebih dalam.
Belum selesai sampai di situ, satu orang lagi menyambar dari samping. Masing-masing tangan memegang two sided sword, pedang dengan mata pisau di kedua sisi, menyisakan sedikit celah di tengah sebagai pegangan. Hanya dalam sekejap, tiba-tiba sudah menyayat monster dari ujung kepala hingga ujung badan dengan cukup dalam. Menjadikan air laut di sekitar pekat oleh biru.
Gurita besar mengibas agresif sekali lagi, kesakitan. Jumlah besar air memercik dari permukaan. Sementara orang itu saat melayang di ketinggian, sempat manuver sedikit agar berbalik untuk menghadap ke arah monster. Sepasang pedang dua sisi bahkan lebih panjang dari badannya sendiri. Toh, alih-alih orang, dia lebih sesuai disebut anak.
Seragamnya berbeda sendiri. Celana pendek hitam. Kemeja abu-abu lengan panjang. Tidak ada rompi, jas, atau topi baret. Alih-alih, dia mengenakan cape persis seperti milik Aaron—termasuk corak warnanya—tetapi hanya sepanjang lutut. Rapi dan bersih, bukan lagi berantakan dan tak terawat. Tentu saja, itu anak yang mereka temukan kemarin. Marshmallow. Owsey. Seragam anak itu semula hanya celana dan kemeja, tetapi Aaron menginginkan mini cape itu. Sebagai simbol Second Aircraft Captain’s Marionette, katanya.
Theodore bersiul. “Tidak buruk juga hasil eksperimen Tuan Atlas.”
Aaron mencabut pedang besar dari kulit monster gurita. Dia tak mengindahkan Theodore. Ini belum apa-apa, pikirnya. Masih ada yang mau dipastikan olehnya. Masih ada lebih banyak energi hydra tertampung di dalam anak itu yang bisa digunakan untuk mengeluarkan kekuatan lebih besar.
Selain itu, demi memastikan secara terseluruh hasil dari eksperimen Atlas—dan agak-agak juga demi kepuasannya atas akses terhadap sebegitu melimpah energi hydra—dia harus mendorong hingga titik tertinggi.
“Kapten Aaron mengambil alih seluruh pasukan, First and Second Aircraft's troops.” Dia melayang jauh lebih tinggi di udara. Menatap gurita raksasa di bawah, memantau seperti sebuah mata tajam tanpa celah. “Semua, mundurlah.”
Theodore tertegun sambil agak kebingungan sebentar. “Aaron?” Dia tak langsung beranjak untuk menjaga jarak dengan gurita raksasa seperti para bawahan saat ini. Dia sempat menatapnya sesaat. Namun, yah, bertahun-tahun bertarung bersama, Theodore tahu bahwa rekannya itu—terlebih ketika wajahnya masihnya serius dan kaku—selalu tahu apa yang dia lakukan.
Theodore mundur juga.
Cipratan besar air laut berhamburan sekali lagi dari permukaan. Gurita mencondongkan tubuh ke belakang, setengah memasuki air. Separuh dari tentakel-tentakel terangkat ke atas dengan ujung meliuk.
Di saat itu, Owsey melesat untuk menusuk tepat di tengah-tengah pangkal tentakel. Sesuai dugaan semua orang, tentakel-tentakel gurita langsung melengkung ke dalam, menutup anak itu di bawah lapisan tebal.
Kepala dan badan gurita meringkuk. Menjepit dan memerangkap anak itu makin erat. Persis seperti blue ringed octopus pada aslinya, monster ini memiliki racun di sekitar mulutnya. Artinya, di dekat kemungkinan Owsey sedang terjebak saat ini.
Theodore terkesiap. “Hah?! Apa yang kau lakukan padanya—”
Aaron berbalik. Di saat itu pula, monster gurita meledak menjadi kepingan-kepingan. Pecahan daging warna gelap seperti busuk, melayang sesaat di udara, sebelum terjatuh ke air. Permukaan lautan menjadi makin pekat oleh cairan kebiruan, merembes ke bagian lebih dan lebih jauh.
Owsey berdiri melayang beberapa meter di atas permukaan air, tepat di tengah potongan-potongan monster itu berceceran. Seluruh sisi tajam perangnya berlumuran biru—sebagian juga mengotori wajahnya sedikit.
Sampai-sampai, Theodore tertawa—antara kagum dan terhibur.
Pedang besar di tangan Aaron menghilang di tengah udara saat dia melayang ke atas untuk kembali menuju aircraft. Perkiraan Atlas benar. Owsey—dalam kendali Aaron—benar-benar mampu melepaskan kekuatan benar-benar luar biasa, bahkan jauh lebih besar daripada kekuatan yang mampu dilepaskan Aaron dari energi hydra dalam dirinya sendiri.
Eksperimen ini sungguh menarik.
Kedua aircraft terbang berbaris meninggalkan Lautan Elysium setelahnya. Para anak buah Aaron sedang beristirahat. Sebagian di kamar mereka, lainnya mengobrol di ruang santai. Ada yang tidur, bercanda tawa, dan membahas misi kali ini.