Elysium Islands terasa hangat. Cahaya selepas fajar memeluk bagai seorang dewi yang sedang tersenyum penuh kasih sayang. Di atas, awan-awan ditembus oleh sepasang aircraft raksasa milik Sanctuary. Anak-anak kecil menunjuk ke atas sambil melompat girang, pelindung mereka sedang melintas.
Beberapa hari terakhir, kedua aircraft selalu terbang beriringan. Satu di depan, yang kedua di belakang. Formasi standar ketika sedang bersama. Patroli dilakukan tanpa henti, mengelilingi Elysium Islands dan perbatasan Lautan Elysium dengan samudra luas di sekitar.
Theodore memimpin kedua aircraft karena Aaron belum bisa kembali. Candaan dan santai menyebalkannya berkurang, tak sempat lebih tepatnya. Setengah hari berada di First Aircraft, sisanya di Second Aircraft, supaya dia bisa selalu menemui para anak buah secara langsung. Sepele memang, tetapi pengawasan langsung dan ucapan semangat rutin dianggap penting oleh Theodore.
Walau kata George, Theodore-lah yang saat ini paling butuh untuk diberikan ucapan semangat. Selama bertahun-tahun keduanya berada di Sanctuary, baru kali ini George melihat Theodore terlihat overworked bercampur kelelahan. Si kapten yang tidak bercanda tawa dan jahil, bukanlah Theodore, menurutnya.
Hari ini, selepas sekali putaran patroli di pagi hari, kedua aircraft menuju Sanctuary Research Tower. Kamar intensif rumah sakit tempat Aaron dan Owsey berada kemarin-kemarin, sekarang sudah bersih, rapi, dan kosong kembali. Sunyi dengan peralatan medis hanya tersimpan di sisi ruang alih-alih terpasang pada seseorang sambil berbunyi tanpa henti.
Atlas dan Theodore berjalan menuju ruang tunggu. Tiga orang sudah ada di sana, menyesap teh masing-masing. Obrolan samar-samar terdengar dari bibir Aaron, sesekali dibalas oleh tawa kecil nan ramah dari George. Sementara Owsey sekadar duduk di sofa, kaki menggantung, tatapan dan muka datar.
Anak itu telah sepenuhnya sehat kembali. Tak heran, dia mencapai kriteria untuk eksperimen Atlas waktu itu, seseorang dengan regenerasi tinggi. Secara alami, tubuhnya kembali normal dengan cepat, meski sebelumnya nyaris seluruh organ-organ di tubuhnya mengalami malfungsi dan berada di kondisi nyaris kehilangan nyawa. Dia memakai setelan rok dan baju lengan panjang polos dari rumah sakit.
Aaron mengenakan setelan celana kain warna hitam dan kemeja putih biasa—bukan seragam Sanctuary. Kancing bajunya terbuka dari setengah dari atas, sehingga terlihat bahwa ada lapisan perban melilit dada hingga pundak. Dia baru setengah pulih, tetapi kondisinya sudah cukup kuat untuk kembali ke aircraft hari ini. Lebih lagi, Owsey sudah sepenuhnya sembuh.
“George, alihkan Marshmallow sebentar,” pintu Atlas.
George langsung mengangguk, lalu mengajak Owsey meninggalkan ruang. Bermain di taman depan gedung rumah sakit, bujuknya. Anak itu sempat diam sebentar dengan tatapan tertuju kepada Aaron. Namun, dia kemudian beralih menatap George dan menurut untuk pergi.
Selepas itu, Theodore langsung duduk di sisi lain sofa dengan kasar. Kaki menyilang di atas meja. Kedua lengan menyangga kepala dari belakang. Dia menghela napas kasar. Masih ada perawakan menyebalkan dan sedikit seenak sendiri khasnya, tetapi ada sesuatu menyerupai kemarahan dan gusar—bercampur lelah akan pekerjaan menumpuk sebagai pemimpin kedua aircraft selama beberapa hari belakangan. “Dia membiarkan para petinggi sialan itu menghentikan eksperimennya!”
Atlas belum mengatakan apa pun, sekadar duduk di sisi lain sofa dengan ekspresi sulit diartikan.
Aaron menatap rekannya. “Bukanlah kau dahulu menentang eksperimen Prof Atlas?”
“Memang benar! Namun—” Theodore mengerang kencang, kesal nyaris mencapai puncak kepalanya. “Tuan Atlas telah mengerahkan banyak sekali usaha! Pikiran, waktu! Dia memerhatikan dengan sangat kepada Owsey! Sekarang? Setelah semua itu? Petinggi meminta untuk menghentikan total? Yang benar saja!” Dia nyaris mengumpat.
Atlas mendengus. “Semua itu hanyalah sebagaimana eksperimen seharusnya berjalan. Tidak ada yang istimewa.” Suaranya sekilas masih galak seperti hari lain, tetapi lemah seperti sebuah kebohongan.
Theodore menggerutu, “Tetap saja—”
“Anda yakin, Prof Atlas?” Aaron menyela. Garis wajahnya tanpa sadar menegang, tetapi bercampur ketidaksukaan. “Aku tak ingin melihatkan Owsey terluka kembali setelah insiden terakhir. Namun, sesungguhnya eksperimen ini sangat berpotensi. Anda seharusnya bisa melakukan evaluasi, lalu memulai kembali ke subjek berbeda. Lagi pula, serangan besar dari Crimson Moon telah di depan mata. Status keamanan Elysium Islands saat ini adalah awas. Tak ada seorang pun yang tahu apakah Sanctuary akan membutuhkan kekuatan lebih besar.”
Atlas refleks menyibak rambut kasar dari depan ke belakang, menutupi sesuatu yang tak ingin diakuinya. “Hentikan, kalian berdua. Keselamatan para anggota Sanctuary juga penting. Para petinggi benar bahwa mereka tak ingin ada yang terluka lagi.”