Berdamai?
Belum. Aku masih mencobanya, lagi.
Aku yang sekarang sempat mempertanyakan kenapa aku yang saat itu memilih resign padahal belum mendapatkan pekerjaan baru.
Aku mulai mengingat lagi, momen-momen waktu itu, perlahan, satu per satu.
"Waktu." Aku yang saat itu tidak punya waktu, bahkan untuk diri sendiri. Berangkat jam 9 pagi lalu pulang jam 11 atau 12 malamnya. Setiap hari. Selalu begitu. Aku yang sekarang jadi berpikir, wajar dong kalau aku yang saat itu memilih undur diri.
"Tapi lu belum ada kerjaan baru? Hidup lu bakal gimananya, lu gak pikirin?" tanya aku yang sekarang lagi.
"Kepercayaan." Aku yang saat itu sudah tidak percaya dengan keputusan si owner. Dia mengkhianati kerja keras yang sudah kudedikasikan dengan sebelah mata. Dia mengkhianati kejujuranku dengan tuduhan tanpa bukti. "Kalau kepercayaan sudah tidak ada. Atas dasar apa aku harus bertahan di tempat itu?"