Eureup

wina widiawati
Chapter #8

Mbak Vanny Lari

---

*MBak VANNY LARI* 

Kaca kamar mandi pecah. Wajah Sari masih nyengir dari pecahannya.

Aku teriak. Lari keluar kamar mandi. 

*Mbak Vanny* langsung peluk aku dari belakang. "Fai! Fai liat aku!"

Aku gemetar. "Dia... dia bilang jam 03.03 besok dicekek beneran Mbak..."

Mbak Vanny narik aku duduk di lantai. Jauh dari kaca. "Dengerin. Kamu nggak bakal mati kalau kita lari sekarang."

"Bu Hayyah bilang nggak bisa kabur..."

"Bohong!" Mbak Vanny bentak. Air matanya jatuh. "Aku bisa. 3 tahun lalu."

Aku diem. Ngeliatin Mbak Vanny.

Jam 12 siang. Terang. Tapi *Kamar 4* tetep dingin.

Mbak Vanny mulai cerita. Suaranya getar.

"3 tahun lalu aku juga isi *Kamar 4*, Fai. Umur aku 22. Baru putus. Kesepian. Kayak kamu."

Aku ngangguk pelan.

"Malam pertama... sama. Lebam di dada. Malam kedua... foto. Malam ketiga... chat di grup." Mbak Vanny ketawa getir. "Sama persis sama kamu."

"Terus Mbak gimana selamat?"

Mbak Vanny ngusap lehernya. Kosong. Nggak ada bekas. "Aku lari. Hari ke-4. Jam 10 pagi. Aku nggak nunggu jam 03.03."

"Terus Sari diem?"

Mbak Vanny geleng. Mukanya pucat. "Enggak. 3 hari aku lari, dia ngikut. Lewat HP temen aku. Lewat kaca warung. Lewat cermin toilet mall."

"Terus?"

"Tapi... aku nggak pernah ngomong sama dia. Nggak pernah jawab chat-nya. Nggak pernah angkat telponnya. Nggak pernah liat matanya langsung." Mbak Vanny megang bahu aku. Kenceng. "Kamu ngangkat telponnya, Fai. Kamu bales chat-nya. Kamu liat dia di masjid. Itu yang bikin dia kuat."

Darahku dingin.

"Jadi... aku yang salah?" 

"Bukan salah," Mbak Vanny nangis. "Tapi kamu udah 'ngikat' sama dia. Aku enggak. Makanya hari ke-7 aku balik ke kampung. 2 minggu. Pas balik... dia udah diem. Cari korban baru."

"Korban barunya siapa?"

"Kosong 3 tahun," bisik Mbak Vanny. "Terus kamu dateng."

Aku lemes. Jadi aku pengganti Mbak Vanny.

Lihat selengkapnya