Eureup

wina widiawati
Chapter #11

Aturan Kos

---

*ATURAN KOS* 

Gelap total.

Suara _seret... seret..._ dari tangga loteng makin deket.

"Jangan gerak," bisik *Mbak Vanny*. Suaranya gemetar. "Dia denger napas."

Aku nggak bisa napas. Leher dicek sama ketakutan.

Jam 06.35. 

Lampu kos nyala lagi. _Blar!_ Silau.

Di bawah tangga... kosong. Nggak ada siapa-siapa.

Tapi di lantai... ada jejak kaki basah. Dari loteng. Menuju *Kamar 4*.

Jejak kaki perempuan. Tanpa sendal.

*Bu Hayyah* jatuh duduk. "Udah... udah lepas dia..."

"Bu jelasin!" teriakku. "Aturan asli Kos ini apa?! Kenapa harus 22 tahun?! Kenapa 3 tahun?!"

Bu Hayyah ngeliatin aku. Matanya merah. "Karena... itu yang dia minta."

"Minta ke siapa?!"

"Ke aku," kata Bu Hayyah. Pelan. "25 tahun lalu."

Aku diem.

25 tahun lalu, Bu Hayyah baru beli kos ini. Murah. Karena angker.

"Malam pertama aku tidur di sini," kata Bu Hayyah. "Jam 03.03, Sari dateng. Dia bilang: 'Isiin aku cewek. Tiap 3 tahun. Umur 22. Perawan. Kesepian'."

"Makanya Bu nurut?" Mbak Vanny nggak percaya.

"Karena kalau enggak... dia bunuh Ibu," kata Bu Hayyah. "Malam kedua, leher aku ada bekas cekekan. Kayak kamu Fai."

Aku megang leherku. 

"Jadi 25 tahun... 7 cewek mati, korban pertama ditahun pertama ibu beli.” lanjut Bu Hayyah. "Aku iklanin kamar paling murah. Pasti ada yang ngontrak umur 22 yang lagi patah hati."

Aku mual. "Jadi saya... saya dipancing?"

Bu Hayyah ngangguk. "Iklan 'Kos murah, cocok buat yang lagi healing'. Itu jebakan, Fai."

Mbak Vanny nendang tembok. _DUG!_ "Gila Bu! Kamu iblis!"

"Ibu takut mati, Vanny," kata Bu Hayyah. Nangis. "Ibu udah tua. Ibu nggak mau mati dicekek."

Lihat selengkapnya