Evermore

Dear An
Chapter #5

Ada yang Berbeda

Beberapa saat kemudian, suasana tenang di lantai eksekutif terusik oleh derap langkah yang tergesa-gesa. Kim Yuri, sekretaris Jihoon, refleks berdiri ketika seorang pria melintas cepat di depan mejanya.

“Park Hoejangnim?” seru Yuri dengan ekspresi terkejut.

“Aku perlu bicara dengan Jihoon-ssi sekarang.”

Tanpa menunggu jawaban, laki-laki itu terus melangkah menuju ruang CEO. Yuri hendak menyusul, tapi pria itu sudah lebih dulu meraih gagang pintu dan membukanya tanpa mengetuk hingga daun pintu membentur dinding dengan keras.

“Kau gila, ya?” teriak Jung Il. Suaranya menggema di seluruh ruangan.

Jihoon yang baru saja menyeruput kopi tetap bergeming. Ia meletakkan cangkir tepat di atas tatakan, kemudian menyandarkan tubuhnya kembali ke kursi. Pandangannya terangkat kepada Jung Il yang berdiri di ambang pintu dengan napas yang memburu.

“Hei, Choi Jihoon Sajangnim! Anda benar-benar sudah kehilangan akal?”

Jung Il melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya dengan sedikit lebih keras. Ia berjalan mendekat, kemudian berhenti tepat di hadapan meja kerja Jihoon. Kedua tangannya bertumpu di pinggang, sementara dadanya naik turun.

Mendengar tuduhan itu, Jihoon hanya mengangkat satu alis dan menatap Jung Il datar. “Tidak.”

Jawaban datar itu justru membuat Jung Il semakin kesal. “Kau tahu tidak betapa terkejutnya saya ketika Cha Bujangnim bilang Anda memerintahkan sesi konseling untuk Cyber Tyrab melalui perusahaan induk?”

Jung Il mengangkat tangan, lalu menghantam permukaan meja kerja Jihoon. “Apa Anda ingin sistem perusahaan berantakan?!” serunya kesal sambil menunjuk Jihoon.

“Saya tidak mengubah sistem ataupun manajemen Cyber Tyrab,” ujar Jihoon tenang.

Jung Il mengernyit. “Lalu, kenapa harus melalui TigerLab?”

“Karena keputusan ini berasal dari saya. TigerLab hanya menjadi jalur koordinasi untuk pelaksanaannya. Seluruh proses dan pengelolaan konseling tetap berada di bawah manajemen Cyber Tyrab.” Jihoon meletakkan cangkirnya. “Selama ini, TigerLab tidak memegang data konseling Cyber Tyrab. Saya hanya menetapkan agar TigerLab menerima ringkasannya. Detail setiap sesi dan kondisi masing-masing anggota tetap menjadi tanggung jawab manajemen Cyber Tyrab untuk menjaga kerahasiaan.”

Jung Il masih tampak tidak puas. “Kalau manajemen keberatan?”

Jihoon mengangkat pandangan. Tatapannya tetap tenang. “Mereka bisa menyampaikan keberatan itu kepada saya. Tapi keputusan ini tetap berjalan. Saya yang bertanggung jawab atas keputusan tersebut.”

Jung Il mengembuskan napas panjang. Ia menarik kursi di depan meja dan duduk, kemudian menyandarkan punggungnya sambil menatap Jihoon dengan ekspresi tidak percaya. “Tapi, bagaimanapun juga, seharusnya Anda bilang langsung kepada saya. Sekarang jujur, sebenarnya pemilik TigerLab itu saya atau Anda?”

“Anda, Park Jung Il Hoejangnim,” jawab Jihoon tenang.

Jung Il menatapnya selama beberapa detik. Alisnya terangkat, seolah masih berharap mendapatkan jawaban yang berbeda. Namun, melihat wajah Jihoon yang tetap tenang, ia akhirnya menghela napas berat. “Aku pemilik perusahaan, tapi kenapa rasanya seperti budak?”

Sudut bibir Jihoon terangkat tipis. “Karena mungkin memang begitu.”

“Ya ampun!” Jung Il menepuk dahinya sendiri. Ia bangkit dari kursi, mengacak rambutnya dengan kedua tangan, lalu berjalan menjauh dari meja kerja Jihoon. Langkahnya yang semula penuh tenaga kini berubah gontai. Sesampainya di sofa panjang di tengah ruangan, ia menjatuhkan tubuhnya dan menyandarkan kepala pada bantalan.

Lihat selengkapnya