Fading Heartbeats

Penulis N
Chapter #5

5

Hari-hari berlalu dengan cepat, namun jarak semakin terasa berat bagi Kirana dan Zayden. Keduanya berusaha keras menjaga komunikasi, tapi kesibukan dan perbedaan waktu membuat semuanya tidak semudah yang diharapkan.

Kirana sering terbangun di tengah malam, berharap ponselnya bergetar tanda pesan dari Zayden. Namun, kenyataannya sering sepi, membuatnya bertanya-tanya apakah cinta mereka mampu bertahan dalam keadaan seperti ini.

Di sisi lain, Zayden juga merasakan tekanan yang sama. Ia tahu, menjaga hubungan jarak jauh bukan perkara mudah. Namun, setiap kali ia melihat foto Kirana di ponselnya, hatinya kembali kuat dan yakin untuk tidak menyerah.

Suatu malam, saat keduanya melakukan panggilan video, Zayden berkata, "Kirana, aku tahu ini sulit, tapi aku berjanji akan segera pulang. Kita akan melewati ini bersama."

Kirana mengangguk, matanya berkaca-kaca. "Aku percaya padamu, Zayden. Janji itu yang membuat aku bertahan."

Mereka berbicara lama malam itu, membahas mimpi dan rencana masa depan. Mereka merancang perjalanan kecil yang akan mereka lakukan begitu Zayden kembali, membayangkan kebahagiaan yang akan datang.

Meskipun jauh, fading heartbeats mereka berdetak seirama, saling menguatkan dan menjadi pengingat bahwa cinta mereka bukan hanya tentang jarak, tapi juga tentang kepercayaan dan kesetiaan.

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Setelah berbulan-bulan menahan rindu dan jarak, Zayden pulang ke kota mereka. Kirana sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan hati penuh harap dan kegembiraan.

Pagi itu, Kirana berdiri di depan pintu keluar bandara, matanya menatap ke arah pintu kedatangan. Ia mengenakan pakaian sederhana tapi rapi, berharap penampilan terbaiknya bisa menggambarkan perasaannya yang tak terucapkan.

Ketika pintu terbuka, langkah-langkah Zayden mulai terlihat. Hatinya berdegup kencang, sesak dengan campuran kegembiraan dan haru. Zayden melihat Kirana, senyum lebar terukir di wajahnya, dan tanpa ragu ia berlari memeluk Kirana erat.

"Finally, aku di sini, Kirana," kata Zayden pelan di telinga Kirana.

Kirana menitikkan air mata bahagia. "Aku sudah lama menunggumu, Zayden."

Lihat selengkapnya