Fading Heartbeats

Penulis N
Chapter #14

14

Hari-hari berlalu dengan kehangatan yang mulai terasa dalam hubungan Kirana dan Zayden. Namun, seperti halnya dalam kisah cinta yang nyata, tidak selalu berjalan mulus. Kepercayaan mereka mulai diuji oleh hal-hal kecil yang tak terduga.

Suatu pagi, Kirana menerima pesan dari seseorang yang tidak ia kenal. Pesan itu singkat, tapi cukup membuat hatinya berdebar.

"Aku tahu rahasia Zayden. Aku juga tahu siapa dia sebenarnya."

Kirana terpaku, mencoba mencerna maksud pesan itu. Ada perasaan tidak nyaman yang mulai merayapi pikirannya.

Tanpa pikir panjang, ia menghubungi Zayden. "Zay, ada seseorang yang mengirimiku pesan aneh. Katanya dia tahu rahasiamu."

Zayden terdiam sejenak, lalu menarik napas panjang. "Aku kira ini akan terjadi suatu saat. Kir, ada bagian dari hidupku yang belum pernah aku ceritakan."

Mereka duduk bersama, membahas masa lalu Zayden yang selama ini tersembunyi. Ternyata, ada alasan kuat mengapa Zayden sering terlihat tertutup dan enggan berbagi cerita.

Kirana merasa bingung, tapi ia tahu bahwa kejujuran adalah fondasi cinta mereka. "Aku ingin tahu semuanya, Zay. Tapi aku juga butuh waktu untuk memahami."

Zayden mengangguk. "Aku siap menjelaskan, selama kamu mau mendengarkan."

Percakapan itu membuka babak baru dalam hubungan mereka. Meski kepercayaan sempat goyah, mereka berdua memilih untuk saling memberi ruang dan waktu.

Kirana menyadari bahwa cinta tidak hanya soal perasaan manis, tapi juga keberanian untuk menghadapi kebenaran, meski terkadang itu menyakitkan.

Di akhir hari, mereka berjanji untuk tetap bersama, menjalani setiap cobaan dengan hati terbuka dan tekad kuat.

Malam itu, setelah percakapan panjang dengan Kirana, Zayden duduk di tepi tempat tidurnya, memandangi langit-langit yang penuh bayang-bayang. Berat rasanya membuka pintu masa lalu yang selama ini terkunci rapat.

"Kir, aku akan ceritakan semuanya. Aku tidak mau lagi ada rahasia antara kita," ucap Zayden, matanya menatap tajam namun penuh keraguan.

Lihat selengkapnya